AlexaNews

Ferry: Ungkap Indikasi Kecurangan di Pesisir dan Misteri Kotak Suara DPR RI Diangkut OTK

KARAWANG, AlexaNews.ID – Pelaksanaan Pemilu 2024 di Karawang harus terjaga kejujuran dan keadilannya. Jangan sampai, pesta demokrasi lima tahunan ini tercemar oleh perbuatan “main kotor” yang dilakukan pihak tak bertanggungjawab, demi ambisi kekuasaan.

Hal tersebut ditegaskan oleh tokoh muda Karawang, Ferry Dharmawan, Sabtu 17 Februari 2024.

Ferry yang akrab dengan panggilan Jambul Merah (Bulmer) ini mewanti-wanti jaga kejujuran dan keadilan Pemilu 2024 di Karawang bukan tanpa alasan.

Dia melihat ada beberapa kejanggalan yang terjadi, baik di saat proses pemungutan, hingga pasca penghitungan suara.

Seperti adanya laporan kekurangan kertas suara DPR RI di salah satu TPS berlokasi di kawasan Perumahan Citra Kebun Mas (CKM), saat hendak penghitungan suara.

Hingga adanya peristiwa kotak suara “digondol OTK” alias diangkut orang tak dikenal menggunakan sepeda motor, lewat tengah malam, di sebuah TPS kawasan Rengasdengklok.

“Kemudian saat dikonfirmasi, permasalahan kekurangan surat suara DPR RI di TPS tersebut diklaim pihak PPK karena kesalahan memasukan ke dalam kotak suara. Sehingga saat dihitung jumlah kertas suara dalam kotak, untuk kemudian dilakukan penghitungan suara, jumlahnya kurang sekitar 70 dari jumlah pemilih yang melakukan pencoblosan di TPS tersebut. Tapi kan tentunya tak cukup dengan pernyatan. Harus ada pembuktian,” ucap Bulmer.

Bulmer meminta pihak PPK bisa memperlihatkan absendi kehadiran pemilih di TPS tersebut, lalu dicocokan dengan kertas suara dalam kotak.

“Ini untuk menghindari adanya praduga liar yang kemudian beredar di masyarakat. Tentunya, juga untuk menjaga marwah Pemilu yang jujur dan adil di Karawang,” ujar Bulmer.

Terkait kabar viral “kotak suara digondol kucing”, Bulmer meminta pihak KPU segera merilis hasil pemeriksaan dan klarifikasi penyelenggara Pemilu di TPS terkait di kawasan Rengasdengklok itu.

“Dari kasus ini, kami minta pihak KPU bisa memperlihatkan bukti C Hasil saat penghitungan suara.

“Kotak suara yang dibawa orang tak dikenal itu, jika terungkap, harus dibuka, dihitung dan dicocokan dengan C Hasil atau angka yang tertera dalam papan penghitungan pasca proses penghitungan suara,” imbuh Bulmer.   

Kemudian, tambah Bulmer, beberapa kejadian yang memantik pada indikasi kecurangan di wilayah pesisir Karawang, itu juga harus diusut, biar menjadikan terang benderang.

“Ada beberapa kejanggalan saat proses pemungutan hingga kelar penghitungan suara di kawasan pesisir itu. Saya minta itu dibuka, supaya asumsi liar yang beredar di masyarakat bisa terluruskan, dan menjadi terang benderang. Tentunya, ini semua demi menjadi mnarwah Pemilu 2024 yang jurdil di Karawang,” kata Bulmer. (Jibay)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!