oleh

Diduga Abaikan K3, Pekerja Jatuh dari Ketinggian 6 Meter, Ini Pernyatan LSM Barak Indonesia

-
Korban Saat Hendak di Bawa Ke Rumah Sakit Ali (34)

Purwakarta, Alexanews.ID – Proyek pembangunan gedung pusat pelayanan terpadu pasar jumaah,yang dikerjakan oleh PT.Karen Nauli terletak di pusat Kota Purwakarta diduga mengabaikan standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Akibatnya, satu pekerja, ACP, Ali (34) warga asal Pulau Jawa harus dilarikan ke rumah sakit lantaran jatuh dari ketinggian lebih kurang enam meter, Rabu (11/09), sekitar pukul 11.15 WIB

Informasi yang diperoleh,Ali tengah
melepaskan stiker plastik pembungkus kaca diduga terpeleser dan tanpa menggunakan helm dan tali pengaman pekerjaan seperti standar K3 yang ada langsung menghantam pinggiran saluran air.

Menurut sejumlah pedagang yang berada di sekitar usai insiden tersebut terjadi, belum ada yang melapokan kepada pihak kepolisian terdekat.
Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit dengan mobil bak terbuka sambil lemas badannya.

“Kami kira sudah meninggal, karena korban ini terjun bebas, dan sudah tidak bergerak lagi,” ujar saksi seorang pedagang yang tidak mau di sebut namanya

Akibat jatuh tersebut korban dalam kondisi terlentang .Sedangkan bagian kepala sebelah kiri terluka.

“sepertinya terluka akibat menghantam pinggiran saluran air,” ucapnya

Hingga berita ini diturunkan pihak PT Karen Nauli belum dapat dikonfirmasi sebab saat didatangi ke lokasi pihak terkait tidak ada di tempat yang ada hanya karyawan yang bekerja.

Seperti di ketahui,Proyek Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Terpadu Pasar Jumah dengan nilan kontrak sebesar Rp.4.739.613.000,00 dikerjakan oleh PT.Karen Nauli dengan masa kerja 150 hari.

Saksi Mata Menjelaskan Tempat Jatuh Korban

Pantauan dilokasi,tidak ada standar keamanan kerja yang dilakukan para pekerja baik helm yang digunakan dalam bekerja maupun yang lainnya.

Menyikapi adanya pekerja yang jatuh dari ketinggian 6 meter saat melakukan aktifitas di proyek pengerjaan pembangunan kantor pelayanan Pasar Jumaah, menuai Reaksi Keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Rakyat Indonesia (LSM BARAK Iindonesia).

Sekretaris LSM Barak Indonesia Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Purwakarta Cecep Nursaepul Mukti Menyayangkan adanya insiden tersebut.

” Kami sangat menyayangkan akan adanya musibah ini” ucapanya, kamis (12/09/2019) kepada Alexanews.ID

Selain itu Cecep juga mengecam keras kepada PT Karen Nauli yang mengindahkan Keselamatan Kesehatan Kerja ( Safty K3) dengan tidak adanya alat penunjang keselamatan untuk para pekerja.

 

” ini gedung 2 lantai, faktor keselamatan pekerja harus diperhatikan, jangankan yang 2 lantai yang satu lantai pun wajib adanya Safty K3″ kata cecep

Cecep menambahkan pihak terkait harus lakukan penegakan hukum sesuai UU No.1/1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada perusahaan.

” Pada pasal 15 UU tersebut menetapkan bagi yang melanggar ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dapat diancam pidana dengan hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda setinggi-tingginya Rp100.000″ tuturnya

Salah satu tokoh masyarakat Purwakarta Awod Abdul Ghani yang kerap di sapa Ami Awod, PT. KAREN NAULI harus bertanggung jawab atas kejadian musibah korban sdra. ALI Sebagai tukang bangunan.

” PT Karen Nauli Harus bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, dan pemda jangan tinggal diam” katanya

Yang mana dari awal ada keganjilan yang terjadi dalam proses tender pengerjaan seperti Bentuk kontrak pemda dengan pihak ke 3 juga Konsrderant pembangunan ganjil pula

“artinya pemda tidak konsistent dengan konsederant yang ada pada Perda Tentang APBD Tahun 2010, selain itu Kwalitas rendah dan memprihatinkan maka perlu menjadi perhatian kita smua,” ucapnya

Tambah Ami Awod, pembangunan tersebut tidak dapat memenuhi target sesusi kontrak bestex yang telah di tandatangani bersama.

“masa kontrak nya 21 september 2019, berati Cuma tingal 10 harian lgi” pungkas Ami kepada Awak Media

Penulis : Rudy Harto

-
-

Hot News