oleh

FAD : Awasi Penggunaan Anggaran Penanganan Covid 19

-
Ferry Alexi Dharmawan

Karawang, AlexaNews.ID – Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengingatkan bahwa menyelewengkan anggaran pengadaan barang dan jasa penanganan Covid-19 dapat diancam dengan hukuman mati.

“Kami sudah mengingatkan bahwa penyelewengan anggaran yang diperuntukkan pada situasi bencana seperti saat ini, ancaman hukumannya adalah pidana mati,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Bahkan, kata dia, KPK telah berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah (LKPP) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengawasi penggunaan anggaran penanganan Covid-19 tersebut.

Seperti diungkapkan Pemerhati Pemerintahan, Ferry Alexi Dharmawan. Menurut Ferry, dana penanganan wabah virus Covid-19 sangat rawan untuk diselewengkan. Untuk itu, dia meminta kepada pihak terkait untuk berhati-hati sehingga penggunaan anggaran bisa tepat sasaran.

“Semua pihak harus ikut mengawasi penggunaan anggaran penanganan corona, masyarakat juga harus turut serta mengawal, tidak perlu jauh jauh yang skala nasional, kita mulai saja sesuai porsi kita yaitu di Karawang,” ujar Ferry, Senin (6/4/2020).

Untuk di Pemkab Karawang sendiri, ada pengalokasiaan dana sebesar Rp 175 Miliar guna penanganan Covid-19. Uang sebesar itu bersumber dari dana yang direposisi seperti anggaran Pilkada yang diundur pada 2021.

Atas kebijakan itu, masyarakat Karawang berharap Pemkab bisa menggunakan dana tersebut tepat sasaran dan tidak diselewengkan.

Apalagi, kata Ferry, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mewanti-wanti bagi koruptor anggaran penanganan corona terancam hukuman mati.

“Penegak hukum di Karawang juga harus berperan aktif mengawasi,” kata Ferry.

Diketahui, dalam waktu dekat dana sebesar Rp 16 miliar akan segera dicairkan. Uang itu rencananya untuk pembelian alat pelindung diri (APD) sanitaizer, biaya rapid test, biaya pemantauan dan pembelian alat rumah sakit paru.

Penulis : Redaksi

-

Hot News