oleh

Teh Vera : Resinda Harus Tanggung Jawab Atasi Banjir

-
Anggota DPR RI, Vera Febyanthy, saat meninjau lokasi banjir di Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang

Karawang, AlexaNews.ID – Anggota DPR RI asal Daerah Pemillihan (Dapil) Jabar VII, Vera Febyanthy, sangat menyayangkan pagar milik Resinda jadi penyebab banjir di Desa Sukamakmur Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.

Menurut Vera, pada Agustus 2019, ia sempat terjun langsung ke lokasi banjir di Desa Sukamakmur dan Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat. Meski bukan musim hujan, kata Vera, saat itu ada sekitar 3 hektar sawah terendam banjir sehingga menyebabkan petani gagal panen.

Kondisi semakin parah saat musim hujan seperti saat ini. Vera bahkan terjun langsung ke lokasi banjir sekaligus memberikan bantuan untuk korban beberapa hari lalu.

“Saya sudah berjanji kepada warga ketika terpilih harus cari solusi penanganan banjir dan perhatikan warga di sana,” ujar Vera, kepada AlexaNews.ID, Senin (13/1/2019).

Berikut video Teh Vera di lokasi banjir :

Vera mengatakan, sebagai Anggota DPR sudah sewajarnya membantu warga terutama Dapil Jabar VII yang terdiri dari Karawang, Bekasi, dan Purwakarta.

“Saya sudah beberapa kali bertemu warga di sana sekaligus memberikan bantuan untuk korban banjir,” katanya.

Dia berharap, permasalahan banjir di Desa Karangligar, Desa Sukamakmur, dan beberapa desa di sekitarnya harus diperhatikan oleh pihak swasta dalam hal ini Resinda.

Pasalnya, menurut Vera, selama ini, Resinda terkesan kurang peduli dalam mencari solusi permasalahan banjir yang sudah menimpa warga sekitar sejak enam tahun lalu tersebut.

“Investor harus memikirkan kepentingan masyarakat. Warga sangat menuntut perhatian dari Resinda. Program CSR Resinda selama ini belum dirasakan oleh warga sekitar,” ujar Anggota DPR dari Fraksi Demokrat ini.

Terkait masalah banjir, kata Teh Vera, Resinda harus memikirkan solusi jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, Resinda harus memberikan bantuan tanggap bencana. Sedangkan untuk jangka panjang, Resinda harus melakukan revitalisasi saluran air yang saat ini kondisinya dangkal akibat pembangunan pagar.

“Saya disumpah untuk menampung aspirasi warga. Jadi saya sangat menyayangkan atas masalah yang menimpa warga saya di Karawang,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Vera, pengerukan aliran sungai seharusnya bukan dilakukan oleh Pemkab Karawang. Pasalnya Pemkab terbentur dengan minimnya anggaran. pengerukan di sepanjang aliran sungai dekat pagar Resinda merupakan tanggung jawab Resinda.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Dampak lingkungannya harus dipikirkan,” kata Vera.

Petani Desa Sukamakmur, Oteng, mengatakan, pagar milik Resinda masuk ke pengairan sawah milik petani sehingga menyebabkan penyempitan. “Jadi air tidak bisa keluar,” ujar Oteng.

Menurut Oteng, sawah yang terendam akibat banjir itu sekitar 30 hektar. Sawah yang siap panen sekitar 4 hektar, usia 1 bulan 8 hektar, dan 8 hektar lain masih dalam tahap pembibitan.

Sementara itu, Kades Sukamakmur, Sutarman, mengatkan, genangan air luapan di daerahnya tergenang lama akibat dangkalnya saluran air untuk mengalirkan air di daerah tersebut. Pendangkalan akibat adanya pembangunan pagar beton milik Resinda.

“Hanya normalisasi kelihatannya juga kurang efektif,” ujar kades.

-

Hot News