oleh

Kabar SBY Terlibat Kasus Jiwasraya Adalah Tuduhan Barbar dan Brutal

-
Susilo Bambang Yudhoyono

Jakarta, AlexaNews.ID – Partai Demokrat tidak terima atas tuduhan yang menyebut keterlibatan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus Gagal Bayar PT. Asuransi Jiwasraya.

Politisi Demokrat yang juga menjabat Kadiv Hukum dan Advokasi DPP PD, Ferdinand Hutahaean, menyebutkan, bola panas ini dimuat oleh situs opini bernama Seword. Kata dia, opini yang tersebar masif di masyarakat itu sudah merusak nama baik SBY karena tidak memiliki bukti-bukti.

Menurut Ferdinand, Seword yang menulis sangat tendensius seperti tak lagi memiliki rasa takut untuk menebar fitnah dan merusak nama baik seseorang. Terlebih yang difitnah adalah Presiden Republik Indonesia Ke 6 Bapak Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.

“Terlalu berani dan nekad. Mengapa? Disinilah dugaan bahwa memang penguasalah yang memamfaatkannya dan menggunakannya dengan melempar nama besar SBY untuk menutupi sesuatu yang besar,” tulis Ferdinand, melalui pesan berantai WhatsApp yang diterima Redaksi AlexaNews.ID dari petinggi DPP Partai Demokrat, Jumat (17/1/2020).

Ferdinand mengatakan, tuduhan atas keterlibatan SBY dalam kehancuran Jiwasraya yang dirampok para maling adalah tuduhan barbar dan brutal. Tidak memiliki nilai kebenaran sama sekali dan jelas fitnah kotor.

“Penulis Seword cuma sewot saja menuduh SBY tapi tak mampu menjelaskan peran dan keterlibatan apa yang dilakukan SBY dalam kehancuran Jiwasraya,” katanya.

Menurut dia, penulis hanya merujuk referensi pada sebuah buku yang ditulis George Aditjondro yang sudah mati dan pernah meminta maaf kepada pihak SBY karena bukunya adalah fitnah dan Aditjondro pernah dipidana atas fitnah tersebut.

“Sekarang Seword merujuk itu sebagai referensi tuduhan fitnahnya kepada SBY, ini konyol dan mungkin bisa dikategorikan bodoh,” ungkapnya.

Dalam pesan itu, Feridnand menulis bahwa Jiwasraya dituding rusak sejak 2006. Namun fakta saat ini Kejaksaan Agung menetapkan para tersangka maling uang Jiwasraya adalah atas peristiwa hukum yang terjadi bukan pada periode pemerintahan SBY.

Dengan demikian, kata dia, dapat dipastikan bahwa tudingan barbar dan brutal Seword kepada SBY adalah fitnah belaka.

“Tidak ada yang bisa menjelaskan peran SBY atas perampokan Jiwasraya yang dilakukan oleh para malingnya periode 2014-2019 bukan 2006, atau dalam bahasa terangnya disebut maling teriak maling,” ujar dia.

-

Hot News