oleh

Kasus Gagal Bayar Jiwasraya, Begini Tanggapan Anggota DPR Vera Febyanthy

-
Vera Febyanthy angkat bicara

Jakarta, AlexaNews.ID – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Demokrat, Vera Febyanthy angkat bicara soal dugaan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Anggota DPR asal daerah pemilihan (dapil) Jabar VII ini menduga kasus gagal bayar klaim nasabah JS Saving Plan senilai Rp12,4 Triliun ini dilakukan secara terstruktur atau berjamaah.

“Kita tahu bahwa (dugaan korupsi) ini tidak bisa bermain sendiri. Jadi para emiten (perusahaan yang melakukan penawaran efek yaitu dengan menerbitkan dan menjual Efek (obligasi, saham, warant, dan surat berharga lainnya) secara umum kepada publik untuk mendapatkan modal atau dana tambahan,” ujar Teh Vera, seperti dikutip AlexaNews.ID dari tayangan YouTube iNEWS Prime dengan tema “Bongkar Skandal Jiwasraya” yang ditayangkan pada hari Senin 15 januari 2020.

Selain itu, menurut Teh Vera,
para manajer juga bekerja bersama direksi yang ada di dalam BUMN. Disana kata dia ada Komisaris yang tugasnya melakukan pengawasan.

“Yang ini seharusnya kita pertanyakan juga,” ucap Vera.

Dalam kesempatan itu, Teh Vera juga sempat memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung yang telah melakukan penyidikan serta penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

“Tetapi (proses) itu terlalu lama. Karena isu kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya telah terjadi sejak bulan November 2019 lalu,” jelas Vera.

“Selain itu pengalihan aset (PT Asuransi Jiwasraya) ini kita tidak tahu seperti apa. Yang perlu diantisipasi adalah PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) harus dilibatkan (dalam penyelidikan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya) untuk mem-freeze (membekukan) dan melihat money trail (jejak transfer/berpindahnya uang/aliran dana) mereka selama ini seperti apa. Harus segera masuk,” tegas Vera Febyanthy.

Vera menjelaskan, bahwa Komisi XI DPR-RI memandang perlu dilakukan dua langkah dalam menanggapi dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Pertama yaitu langkah hukum harus tetap dilanjutkan  dan juga langkah penyelamatan dan penyelesaian terhadap nasabah yang dirugikan dapat dilakukan secepat mungkin.

Vera berpendapat langkah awal tercepat yang dapat duilakukan dalam penyelesaian dana nasabah yang hilang dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya yautu dengan menjual aset-aset PT Asuransi Jiwasraya.

“Para korban nasabah ini diidentifikasi terlebih, buatkan skala prioritas. Prioritaskan kepada nasabah yang bersifat personal dan sangat membutuhkan seperti pensiunan dan lain-lain.” ucap Wasekjen Partai Demokrat tersebut di akhir diskusinya.

-

Hot News