oleh

Ketua DPC Projo Purwakarta, Akan Laporakan Kepala Desa yang tidak Transparan Gunakan DD

-
Asep Burhan Bersama Wakil Menteri Desa

Purwakarta, Alexanews.ID – Pembangunan Drainase di Kampung Legokwaru Rt,07/03 Desa Legoksari, yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2019 di desa Legoksari Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta diduga sarat dengan muatan korupsi.

Pasalnya,Pantau dilapangan Rabu,12/02/2020) menunjukan Pekerjaan pembangunan drainase diduga dikerjakan asal jadi yang terkesan semberaut alias amburadul, dan kedalaman pada dinding tembok drainase itu sangat bervariasi.

Selain itu dilokasi pekerjaan tersebut, tidak ada terlihat terpasangnya papan informasi Kegiatan pekerjaan itu sesuai ketentuan yang tertuang dalam undang – undang No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi publik (KIP), sehingga tidak diketahui Sumber dana volume dan lamanya pekerjaan itu dilakukan, sehingga dalam pelaksana pekerjaan itu menimbulkan pertanyaan.

TPT Desa Legoksari Yang diduga Asal Asalan

Seperti diketahui pada setiap pekerjaan pembangunan desa itu dibawah pengawasan Tim TP4D, namun dapat dinilai pengawasan tersebut hanya seremonial belaka,karena masih banyak kecolongan dalam segi pekerjaan pembangunan dan juga administrasi,diduga akibat lemahnya pengawasan dari instansi terkait terkhusus pendamping Desa yang telah dipercayakan oleh Kemendes RI. Yang sebagaimana mestinya pengawasan itu layaknya dilakukan.

Saat dikomfirmasi , Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Kabupaten Purwakarta, Asep Burhana, mengatakan, “Kami akan turut serta siap mengawal pelaksanaan anggaran Dana Desa, kami harapkan Kepala Desa Mengunakannya Dana Desa Harus transparan khususnya kepada masyarakat sekitar yang benar bner harus bisa di rasakan ucapnya

lebih lanjut Asep katakan, Kami dari DPC Projo Purwakarta tidak akan segan segan melaporkan, jika ada dugaan penyelewengan dana desa. kami akan kawal terus,

kami akan Menjalankan Intruksi Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi yang juga Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“lebih lanjut dikatakan Asep, Kami sangat mendukung usulan Wamendes PDTT yang mengusulkan salah satu alternatif solusi untuk mencegah hal semacam yang dapat merugikan negara, dalam hal ini Sebelumnya, Budi Arie Setiadi meminta kader Projo untuk kreatif, inovatif dan terlibat aktif dalam pelaksanaan pembangunan hal ini tentu selaras dengan program Projo Pusat untuk mengawal dana desa di daerahnya,” jelas Asep Burhana

Dalam serapan Dana Desa Tahun Anggran 2020, Ia berharap, pengalokasian dana desa bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. “Pungkasnya

Sementara,saat akan dikonfirmasi kepala Desa Legoksari di kantornya,tidak ada ditempat. maaf kang pak kadesnya tidak ada. nanti datang lagi kesini aja. ucapnya

Penulis : Rudy Harto

-

Hot News