oleh

Marak Begal Payudara, ini 2 Kondisi yang Mungkin Dimiliki Pelaku Menurut Psikolog

-
Foto ilustrasi

Karawang, AlexaNews.ID- Seorang perempuan di Desa Pinayungan, Kec. Telukjambe Timur, Karawang menjadi korban pelecehan seksual di tempat umum. Payudara korban diremas oleh seorang pria yang mengendarai motor.

Peristiwa tersebut sempat terekam CCTV dan diunggah oleh salah seorang pengguna sosial media Facebook, Selasa (19/07/2020). Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Telukjambe Timur, Andryan Nugraha mengatakan kejadian tersebut tidak bisa diselidiki tanpa adanya laporan dari korban dan biasanya kasus seperti ini ditangani oleh Polres PPA.

“Harus ada laporan dari Korban dan kalo perkara seperti ini biasa nya lapor ke Polres Di PPA,” ujarnya.

Berdasarkan video CCTV yang beredar di media sosial, terlihat saat itu korban sedang berjalan di sebuah gang. Lalu tiba-tiba dari arah belakang seorang pengendara motor terlihat memepet korban dan memegang bagian dada wanita itu. Selanjutnya pengendara melarikan diri.

Maraknya peristiwa pelecehan serupa membuat alexanews.id mencoba mencari informasi mengenai kondisi dari pelaku yang melakukan pelecehan tersebut.

Dilansir dari Psychology Today, Ellen Hendriksen, Ph.D. seorang psikolog klinis di Center for Anxiety and Related Disorders (CARD) Universitas Boston menyatakan, bahwa orang yang melakukan pelecehan seksual cenderung memiliki salah satu dari beberapa kondisi psikologi antara lain:

1. The Dark Triad

Tiga sifat gelap dalam psikologi atau yang sering kali disebut dengan The Dark Triad, meliputi narsisme, psikopati, dan Machiavellianism.

Narsisme adalah pandangan melambung tentang bakat seseorang ditambah dengan kurangnya empati dan urgensi yang mendalam. Orang narsisis tidak peduli jika Anda menyukainya, tetapi mereka memang mengharuskan Anda untuk berpikir bahwa mereka kuat dan pantas dikagumi, tulis Hendriksen.

Selanjutnya, psikopati yang berputar di sekitar dua sifat, yakni dominasi tanpa rasa takut dan impulsif agresif. Dengan kata lain, psikopat adalah orang yang berani dan pengeksploitasi yang manipulatif.

“Mereka juga tidak memiliki empati tetapi unggul dalam meniru emosi yang benar untuk mengeksploitasi korban mereka,” imbuhnya

Machiavellianism menggambarkan sebagai sikap tidak bermoral dan penuh tipu daya dengan memperhatikan tujuan jangka panjang dengan biaya berapa pun.

2. Moral disengagement

Moral disengagement adalah tipuan lain dari karakteristik, merupakan sebuah proses kognitif di mana individu membenarkan kesalahan mereka sendiri dan menciptakan versi realitas mereka sendiri di mana prinsip-prinsip moral tidak berlaku bagi mereka.

Reporter: Ayuning Tyas Niken Pratiwi dan Ainul Fazriah

Editor: Herni

-

Hot News