oleh

Pemerintah Diminta Serius Tangani Kasus Tumpahan Minyak Pertamina di Perairan Karawang

-

Karawang, AlexaNews.ID – Ketua umum Barisan Nasional Patriot Sejati Indonesia (Banaspati), H. Sanusi Jaya Sukma, menilai insiden tumpahnya minyak mentah dan kebocoran gas akibat kegiatan operasi di sumur anjungan YYA-1 yang dilakukan oleh anak perusahaan PT. Pertamina yakni Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONJW) merupakan bencana korporasi yang mengakibatkan rusaknya ekosistem pesisir dan laut, sehingga sangat merugikan bagi Kabupaten Karawang.

Tragedi tumpahan minyak mentah dan gas yang terjadi mulai tanggal 12 juli sampai sekarang ini bukan hanya merusak ekosistem laut dan pesisir Karawang. Secara ekonomi juga sangat merugikan masyarakat Kabupaten Karawang yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya laut dan pesisir, sepert nelayan, petani garam, pelaku usaha budidaya ikan, dan pelaku usaha dibidang pariwisata, tegas H. Sanusi Jaya Sukma.

Menurutnya, tumpahan minyak akan melapisi semua yang terpapar, sehingga hal tersebut sangat membahayakan ekosistem baik dilaut maupun pesisir. Ketika tumpahan minyak dengan volume tumpahan besar mencapai pantai, lapisan minyak akan melekat pada setiap batu dan butiran pasir, hutan bakau, tanaman berserat, rumput, atau lahan basah lainya, sehingga dapat menjadikan daerah tersebut tidak cocok sebagai habitat satwa liar.

Begitu juga ketika minyak berhenti lalu mengambang dipermukaan air dan tenggelam kelingkungan laut, ia dapat memiliki efek merusak yang sama pada ekosistem bawah air yang rapuh, membunuh atau mencemari ikan dan organisme kecil yang merupakan mata rantai penting dalam rantai makanan global.

Memperhatikan dampak kerusakan akibat tumpahan minyak di perairan Karawang yang terjadi mulai tanggal 12 Juli sampai sekarang, H. Sanusi Jaya Sukma, meminta kepada pemerintah untuk menangani bencana tumpahan minyak akibat operasi di anjungan YYA-1 secara serius dan transfaran kepada publik.

“Kegiatan pemulihan yang mencakup identifikasi komponen lingkungan hidup yang rusak dan/atau tercemar, lokasi pemulihan, jangka waktu pemulihan, biaya pemulihan, standard untuk suatu ekosistem dikatakan pulih, dan mekanisme pengawasa harus dilakukan sangatlah penting untuk di ketahui oleh publik agar upaya pemulihan bukan sekadar formalitas semata. Upaya pemulihan harus selesai setelah standard tersebut terpenuhi”, ungkapnya

Selain melakukan upaya pemulihan, H. Sanusi Jaya Sukma juga meminta kepada Pemerintah untuk mengaudit PT. Pertamina Hulu Energi sekaligus melakukan evaluasi untuk kursi-kursi starategis dilingkungan anak perusahaan PT. Pertamina tersebut,” tegas Sanusi.

-
-

Hot News