oleh

PLN Kosambi Digugat Warga ke Pengadilan

-
Pemasangan tiang listrik di lahan milik pribadi warga

Karawang, AlexaNews.ID- Edwin Mihardi (50) warga Desa Pucung kecamatan Kota Baru karawang mengungkapkan keberatan terhadap PT. PLN UPJ Kosambi Karawang atas berdirinya tiang gardu listrik milik PLN yang tidak pernah ada pemberitahuan kepada dirinya, Sehingga Edwin melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri karawang.

” Saya telah melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Karawang melalui kuasa hukum saya. Saya keberatan atas berdirinya tiang gardu yang ada di atas tanah saya, karena kebaradaannya tanpa seijin saya dan juga menghalangi lalu lalang masyarakat,” ucapnya.

Edwin menuturkan bahwa dirinha meminta keadilan di negara ini, “Saya minta keadilan di negara ini, tanah milik saya yang sah tapi digunakan oleh pihak lain, bahkan sampai saat ini masih digunakan oleh pihak lain yang sudah mencapai hampir enam tahun lamanya. ” Tegasnya.

Pemasangan tiang listrik pada lahan pribadi tanpa adanya persetujuan pemilik lahan tentu bertentangan dengan Undang-Undang yang berlaku.

Hal tersebut dipaparkan oleh Syafrial Bakri selaku ketua tim kuasa hukum dari penggugat.

Pengadaan tanah untuk kepentingan umum diatur dalam UU nomer 2 tahun 2012. Bab 1 pasal 1.

Menurutnya, pemasangan tiang listrik milik PLN masuk kategori pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

Oleh karena itu, ia menyebutkan bahwa PLN tidak bisa semena-mena asal main tanam atau mendirikan tiang listrik dilahan milik warga.

Tambahnya, jika lahan yang hendak ditanami tiang listrik adalah lahan pribadi milik warga, maka PLN harus terlebih dahulu bermusyawarah dengan pemilik lahan.

“Jika merasa dirugikan, pemilik lahan bisa meminta ganti rugi atau kompensasi. Kompensasinya, atau bisa juga melakukan gugatan ke pengadilan negeri,” ujar Syafrial Bakri.

Sambung Syafrial ,jika telah ada kesepakatan, PLN bisa menggunakan lahan milik warga untuk mendirikan tiang listrik. Sebaliknya, jika tanpa ada kesepakatan, dan PLN tetap memaksakan mendirikan tiang listrik di lahan milik pribadi warga, maka hal itu dapat dipidanakan dengan dasar penyerebotan.

Sementara Manager PLN Rayon Kosambi, Ferdinand saat keluar dari ruang persidangan enggan diwawancarai.

-

Hot News