AlexaNews

Kristenisasi di Desa Cemarajaya Diklarifikasi : Tidak Benar!

KARAWANG, AlexaNews.ID — Dugaan kristenisasi yang mencuat di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, telah diklarifikasi dan dinyatakan tidak benar.

Kapolsek Cibuaya, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cibuaya telah bersama-sama mengklarifikasi isu ini dalam sebuah acara di Aula Kantor Desa Cemarajaya pada tanggal 31 Juli 2023.

Kepala Desa Cemarajaya, Rudi Candia, menegaskan bahwa tidak ada masalah dalam kerukunan umat beragama di desanya, termasuk permasalahan pembangunan gereja dan kesalahpahaman mengenai PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Semua permasalahan tersebut telah diselesaikan melalui musyawarah dengan pihak-pihak terkait.

Ustd. Acing, Ketua MUI Desa Cemarajaya, juga menjelaskan bahwa MUI bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama telah menyelesaikan isu yang tersebar di luar dengan musyawarah dan kesepakatan bersama.

Tokoh Desa Cemarajaya, Younglim Supardi, menyampaikan bahwa berita-berita yang tersebar di luar sebenarnya telah diklarifikasi oleh pihak kepala desa dan ketua MUI, dan dia berharap tidak ada lagi berita yang berkembang seperti sebelumnya.

Kapolsek Cibuaya, Ipda Dindin Mardiana, menjelaskan bahwa permasalahan di Desa Cemarajaya, termasuk rencana pembangunan gereja dan kesalahpahaman PAUD, telah dimusyawarahkan sejak lama dan telah diselesaikan dengan baik.

Selain itu, Kepala KAUA Kecamatan Cibuaya, H. Deni Firman Nurhakim, menyatakan bahwa tim KAUA yang dipimpinnya telah menelusuri dan mengkonfirmasi dengan pihak-pihak terkait, dan tidak menemukan adanya dugaan kristenisasi yang dilaporkan dalam pemberitaan.

H. Deni Firman Nurhakim juga mengajak semua pihak dan warga di Desa Cemarajaya dan Kabupaten Karawang secara umum untuk menyikapi berita dengan kritis, menilai kebenarannya terlebih dahulu sebelum menyebarkannya.

Dia berpesan agar semua pihak menjaga harmoni yang telah terbangun lama di wilayah masing-masing, terutama di Desa Cemarajaya, sebagai warisan leluhur yang luar biasa, baik untuk masa sekarang maupun masa depan. (Ahmad Saleh)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!