oleh

5 Tips Berikan Pemahaman Seks Pada Anak

-
Foto ilustrasi

Karawang, AlexaNews.ID– Banyak orang tua yang masih ragu untuk mengajarkan pendidikan seks pada anak. Selain meras tabu, orangtua terkadang merasa bingung untuk memilih cara yang tepat. Padahal, pendidikan seks seharusnya dikenalkan sedini mungkin.

Menurut ahli dari University of Sydney, orangtua sebaiknya bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan seks pada anak. Mulai dari bagaimana tubuh bekerja, jenis kelamin, ekspresi seksual, dan nilai-nilai lainnya.

Berikut beberapa tips dari dr. Verury Verona Handayani dalam tulisanya untuk membantu para orangtua memulai diskusi tentang seks sekaligus memberi pemahaman pada anak :

Manfaatkan sebuah momen

ketika sedang menonton TV atau melihat video di internet bersama anak, lalu tiba-tiba ada pembahasan tentang perilaku seksual, manfaatkanlah momen tersebut. Mulailah diskusi dengan bertanya apa yang anak pikirkan tentang hal itu. Atau adakah hal yang membuatnya bingung. Kemudian, secara perlahan masukkan pemahaman yang ingin kamu sampaikan.

 

Bicara to the point

Bicara to the point dan blak-blakan mungkin bisa jadi pilihan yang bagus, ketika menjelaskan tentang seks pada anak. Terlebih jika selama ini kamu dan anak memang sering berdiskusi tentang banyak hal. Jelaskan secara gamblang tentang bagaimana seks yang beresiko, bagaimana menghindarinya, dan apa saja bahaya yang mengintai.

 

Jujur

Berikan pemahaman tentang seks pada anak dengan jujur, tanpa memberi bumbu yang dramatisir. Jika ada pertanyaan anak yang sulit dijawab., tawarkan untuk menemukan atau mencarai jawabanya bersama, sambil terus melakukan diskusi.

 

Pertimbangkan sudut pandang anak

Banyak orangtua yang mungkin masih mengandalkan taktik menakut-nakuti untuk mencegah anak melakukan aktivitas seksual. Misalnya, dengan mengatakan padanya untuk tidak berenang bersama teman laki-laki karena berpotensi mebuatnya hamil.

Memberikan pemahaman tersebut sebenarnya salah. Berikan fakta dan informasi yang benar tentang seks pada anak. Namun, jangan juga menceramahinya. Pahami bahwa di masa remaja, tentu ada dorongan besar yang mulai muncul tentang seks, juga kekhawatiran akan banyak hal. Pahami perasaannya dan berikan penjelasan dengan pikiran jernih.

 

Sambut setiap pertanyaan anak

Kamu tentu tidak ingin anak mencari jawaban atas pertanyaan dan rasa penasarannya dari sumber yang menyesatkan, bukan? Jadi, jika anak melontarkan pertanyaan seputar seks, jangan menampiknya karena canggung atau alasan apapun. Sambutlah pertanyaannya. Bila perlu, ucapkan terima kasih karena sudah bertanya padamu sebagi orangtuanya.

Saat kita sebagai orangtua tidak mulai mengajarkan anak pendidkikan seks, mereka mungkin akan mencari tahu mengenai informs melalui teman sebagai atau internet, yang justru berdampak negatif nantinya.

Penulis: Ayuning Tyas Niken Pratiwi

-

Hot News