oleh

Balas Dendam Terbaik dengan Menjadikan Diri Lebih Baik

-
Sumber: foto twitter

AlexaNews.ID- Salah satu cara untuk membuktikan kepada orang lain yang meremehkan kemampuan kita adalah dengan menjadikan diri kita jauh lebih baik lagi dari kita yang sebelumnya.

 

Seperti kisah seorang pria yang diketahui bernama Bramastio, kisahnya viral di media sosial (medsos), ia menuliskan tweet yang ditujukan untuk mantan guru bimbingan konseling (BK) sewaktu SMA. “Tweet ini saya dedikasikan untuk Bu Titiek, guru BK yg bilang saya gabakal masuk PTN; maaf saya cumlaude,” tulisnya pada akun Twitter @palingmahir. Dirinya juga mengunggah foto sehabis di wisuda lengkap dengan toga.

 

Seperti dilansir Okezone, tweet yang viral di media sosial itu telah di-retweet hampir 20 ribu kali dan disukai hampir 37 ribu kali. Tak hanya itu, tweet tersebut juga menerima ribuan balasan.

 

Bramastio menuturkan jika dirinya tak ada rencana untuk memviralkan tweet tersebut. Bahkan dirinya tidak menyangka tulisan satu kalimatnya mendapat respons luar biasa dari para pengguna media sosial.

 

“Dari situ saya jadi bisa belajar analisa perilaku netizen di dunia digital marketing khususnya Twitter itu sendiri. Tapi sebenarnya alasan saya ingin menulis tweet itu hanya mau flexing aja kalau saya yang malas, malas gini bisa juga kok lulus dengan pujian (cum laude),” ujar Bramastio saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (11/11/2019).

 

Pria berusia 22 tahun itu menceritakan perjuangannya hingga bisa kuliah dengan nilai memuaskan. Bramastio mengakui jika pada awalnya ia sempat merasa terpuruk setelah mendengar ucapan gurunya. Tapi, meskipun merasa sakit hati, dirinya ingin membuktikan dirinya bisa masuk perguruan tinggi negeri (PTN), tidak seperti yang gurunya ucapkan.

 

“Saya akhirnya mengambil les dekat rumah, bahkan langsung ambil kelas SBMPTN. Tapi syukur saya mendapat jalur undangan,” kata Bramastio.

 

Tak puas hanya sekadar mendapat kesempatan lewat jalur undangan, ia juga menyusun strategi agar bisa lolos seleksi. Akhirnya, Bramastio memutuskan mengambil jurusan yang disukainya tetapi belum banyak diketahui oleh orang lain. Jurusan Manajemen Komunikasi menjadi pilihannya. Strategi itu ternyata berhasil dan dirinya diterima menjadi salah satu mahasiswa PTN di Bandung, Jawa Barat pada tahun 2015.

 

Selama kuliah, Bramastio mengakui bila dirinya senang bermain bersama teman. Akan tetapi, dia tidak pernah lupa dengan kewajibannya untuk menyelesaikan pendidikan. Sambil bermain, ia mengurbankan waktu tidurnya untuk memaksimalkan kuliah, organisasi, dan kerja freelance.

 

“Syukurnya semua kerja keras itu terbayar. Orangtua saya juga support banget untuk semua hal yang saya lakuin semacam fotografi, musik, sama grafis desain untuk freelance. Padahal itu enggak ada hubungannya dengan jurusan kuliah,” ucap Bramastio.

 

Tak hanya menuntut ilmu dan mengerjakan tugas serta kewajiban lain selama kuliah, Bramastio berhasil berkontribusi membuat artwork untuk single Lucky Man milik salah satu musisi asal Jatinangor bernama Pras. Dirinya juga berkerja freelance sebagai admin media sosial dan fotografer dari Walrush, band alternatif asal Jatinangor.

 

“Saya lakukan berbagai hal tapi enggak pernah lupa akan kewajiban untuk kuliah. Saya kerja keras mati-matian agar keduanya bisa berjalan baik. Di samping kerja keras, jelas selalu ada sahabat-sahabat yang support dalam bentuk apapun,” ucap Bramastio.

 

Sementara itu, Bramastio mengungkapkan alasan lain menulis lewat tweet itu,  ia ingin memotivasi orang lain agar bisa menjadikan omongan yang meremehkan diri mereka sebagai acuan untuk melesat dan bertahan menjadi lebih baik, karena pada dasarnya stereotip dari orang-orang disekitar kita yang mampu membunuh kepercayaan diri seseorang itu selalu ada.

-
-

Hot News