oleh

Maraknya Pelakor, Ini Alasan Ramainya Perselingkuhan

-
Foto ilustrasi

Karawang, AlexaNews.ID– Pelakor menjadi salah satu istilah yang populer lantaran maraknya kasus perselingkuhan di Indonesia. Istilah tersebut digunakan untuk menyebut seorang yang berselingkuh dengan suami atau istri orang.

Maraknya perselingkuhan di Indonesia ini membuat banyak pihak geram sekaligus khawatir, lantaran perselingkuhan ini kadang termaafkan oleh korban karena alasan anak dan lainya.

“Kalau bukan mikirin anak, mungkin saya udah minta pisah pas tau dia main cewe di belakang saya,” ujar inisial M, Korban perselingkuhan.

Menurut hasil survei Merried Sex 2013 iVillage pria lebih banyak berselingkuh di dalam pernikahanya bila dibandingkan dengan wanita. Angka pria yang berselingkuh bisa mencapai 28 persen sedangkan perempuan sebanyak 13 persen.

Kebanyakan pria berselingkuh karena rasa cinta yang sudah berkurang atau sudah pudar pada pasanganya.

“Lewat beberapa penelitian setidaknya berhasil di ungkap beberapa pria atau wanita berselingkuh mulai dari pudarnya rasa cinta atau memang pribadi individu,” ungkap dr. Rizal Fadli, dikutip dari halodoc, Kamis (30/07/20).

Berikut beberapa faktor yang bisa memicu pria bermain hati.
• Ketidakdewasaan, karena minim pengalaman dalam hubungan berkomitmen
• Masalah kecanduan obat-obatan, alkohol, atau seks.
• Hasrat seks yang tidak terpenuhi
• Insecuriti, merasa tidak cukup tampan, kaya pintar dan lainnya.
• Pernah mengalami pelecehan fisik atau emosional
• Egois, pertimbangan utamanya adalah untuk dirinya sendiri
• Merasa memiliki keistimewahan yang mungkin tidak dimiliki orang lain, sehingga bebas mendapatkan “reward” di luar hubungan utama
• Ekspektasi terhadap pasangan yang tidak realistis
• Kemarahan atau balas dendam

Sedangkan faktor pendorong perselingkuan pada wanita sehingga terjebak dalam romansa perselingkan sebagai berikut :
• Merasa tidak di hargai
• Menginginkan keintiman yang lebih
• Memiliki harapan yang berlebih pada pasanganya tetapi tak terpenuhi
• Dikejar pria lain
• Hasrat seks yang tidak terpenuhi
• Merasa kesepian
• Keterkaitan emosional yang berkurang
• Suami yang tidak mau membantu pekerjaan rumah tangga
• Balas dendam untuk menyamaratakan kedudukan
• Perubahan motivasi

Dalam tulisanya dr. Rizal fadli menambahkan, hal yang perlu di ingat setiap individu diciptakan dengan karakter dan keunikanya yang amat spesifik, oleh karenanya, terdapat “seribu satu” seorang berselingkuh.

Reporter: Ayuning Tyas Niken Pratiwi

Editor: Herni

-

Hot News