oleh

Ketua Paguron Dangiang Pasundan Latih Pencak Silat Santri dan Santriwati Ponpes Al-Ghoniyah

-
Kang Galuh saat melatih para santriwati di Pondok pesantren Al-Ghoniyah (foto : Red/AlexaNews)

Garut, AlexaNews.ID – Berlatih pencak silat bukanlah sekedar olahraga, tapi justru ekspresi dari budaya dan karakter pencak silat itu adalah bagian dari proses pendidikan. Seperti yang tengah dilakukan oleh Ketua Paguron Dangiang Pasundan yang juga seksi keamanan dari PPSI (Persatuan Pencak Silat Indonesia) Kecamatan Limbangan yang saat ini melatih para santri-santriwati pondok pesantren Al-Ghoniyah di halaman pondok di Dusun Cikaso RT/RW, 04/06, Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut pada, Minggu (4/8/2019).

Latihan gerakan atau jurus silat tersebut dilakukan bertujuan untuk mengenalkan seni pencak silat kepada para santri-santriwati yang ada di pondok pesantren Al-Ghoniyah, “Melalui latihan pencak silat ini nantinya kita bangun karakter generasi yang tangguh dengan olahraga pencak silat, pada intinya kita lestarikan budaya leluhur ini sebagai jati diri bangsa, sekaligus menggugah kembali pencak silat yang ada di kabupaten Garut yang harus terus dilestarikan,” kata Ahmad Hidayat yang akrab disapa Galuh kepada AlexaNews disela saat melatih para santri-santriwati di halaman pondok pesantren Al-Ghoniyah. Minggu (4/8/2019).

Menurut Galuh, latihan ini adalah menjadi salah satu bagian penting dalam membangun karakter yang jujur, disiplin, mandiri, dan tangguh.

“Jadi setiap seminggu sekali saya melatih para santri-santriwati, dan bukan di pesantrenan saja, namun ditempat lain juga seperti, cikaso, di cirapuhan, rancapanjang, dan tempat lainya. Melalui pencak silat ini kita bangun kebudayaan, memberikan ruang kepada para santri-santriwati dengan mengekspresikan kecintaannya terhadap pencak silat yang merupakan bagian dari proses pendidikan, kebudayaan, serta melestarikan tradisi leluhur baik di pesantrenan, sekolahan, maupun di luar sekolah” terangnya.

Reporter : HerMa

-