oleh

Ketua MGP, Minta Bupati Purwakarta, Copot Kepala Bapenda

-

Purwakarta, Alexanews.ID – ramai beredar pemberitaan pertemuan komisi II DPRD Kabupaten Purwakarta dengan para pengusaha tambang yang beroperasi di wilayah hukum Purwakarta dan mencuatnya penyataan Hj. Nina Kepala Bapenda Purwakarta pada kesempatan itu,”terserah”

saat di temui Ramdan Ketua Manggala Garuda Putih Purwakarta merasa jengkel dan sangat kecewa dengan pernyataan kepala Bapenda.

” Sangat ironis, apabila betul seorang pejabat yang seharusnya ngotot memperjuangkan PAD yang besar tapi bersikap seperti itu,”, katanya,Rabu,(13/11) ke awak media di kantor sekretariat Ormas Manggala Garuda Putih.

Masih Menurut Ramdan menyampaikan, Bapenda itu selain mengurus Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sudah ada, juga untuk menggali dan meningkatkan potensi PAD.

Sungguh miris saya mendengar potensi pajak dari sektor pertambangan sebanyaknya Rp. 55 Miliar tapi hanya bisa diambil cuma Rp. 8,2 Miliar hanya karena tidak punya alat seharga Rp. 1,5 Miliar,  ujarnya Ramdan.

Terakhir Ramdan menyampaikan, ” Terkait alasan Kepala Bapenda Hj Nina yang rapat dengan komisi II yang menyatakan untuk pembelian alatnya 1.5 M karena mahal.

Menurut saya itu jawaban bukan dari sekelas pejabat. Semestinya Bapenda itu berperan aktif untuk meningkatkan PAD di bidang tambang, misalnya dengan menganggarkan yang Rp. 1,5 Miliar.

Sehingga Pemda Purwakarta tidak akan kehilangan potensi pajak sebanyaknya itu. Atau bisa juga dengan menyimpan satu orang THL di setiap perusahan tambang itu Kan hanya Rp. 2 jt perbulan tuh gaji THL per orang, itu bisa saja.

“Kalau berpikirnya seperti itu Kepala Bapenda harus di copot…!!!
Potensi pajak di sektor tambang itu sangat besar atau jangan jangan diduga ada  setoran ke oknum pribadi pribadi orang bapenda yang tidak mau diganggu dan lebih seneng dengan kondisi seperti saat ini,”Pungkasnya

Reporter : Rudy Harto

-
-

Hot News