oleh

Goa Sunyaragi, Situs Sejarah Kaya Akan Nilai Kehidupan

-

Cirebon, AlexaNews.ID- Kota Cirebon terkenal sebagai salah satu kota yang kental akan nilai sejarah, karena banyaknya situs-situs peninggalan sejarah di kota ini.

Selain Keraton Kasepuhan, ada satu lagi destinasi wisata sejarah di Kota Cirebon yang banyak dikunjungi pengunjung dari berbagai daerah, yaitu Goa Sunyaragi.

Goa Sunyaragi sendiri masih bagian dari Keraton Pakungwati, yang saat ini bernama Keraton Kasepuhan. Situs sejarah ini berada di Jl. Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, sekitar 5 menit dari Terminal Harjamukti.

Nama Goa Sunyaragi berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu “Sunya” yang berarti sepi dan “Ragi” yang artinya raga. Dinamai seperti itu, karena dulu Gua Sunyaragi digunakan sebagai tempat menyepi atau meditasi, dan juga melatih mental dan fisik oleh anggota sultan dan kerajaan.

Ornamen Tiongkok

Desain arsitektur campuran bernuansa Hindu, Timur Tengah, Eropa, dan Tiongkok sangat terasa di situs ini, hal tersebut dapat dilihat dari relief-relief bangunan.

Situs ini memiliki konstruksi dan komposisi bangunan taman air, sebab pada zaman dahulu kompleks Goa Sunyaragi dikelilingi oleh danau yang bernama Danau Jati.

Sebagian besar bangunan terbuat dari material batu karang. Karang-karang muda yang berbentuk seperti terumbu karang juga dapat ditemui di Goa Sunyaragi.

Hingga saat ini, Goa Sunyaragi masih menyimpan banyak misteri bagi para peneliti. Mereka belum menemukan jawaban, mengapa corak bangunan batu karang itu hanya berada di wilayah Cirebon tidak menyebar ke daerah lain dan darimana asalnya ide tersebut bermula.

Patung perawan sunti

Banyak mitos beredar mengenai situs ini, yang paling terkenal dan menjadi daya tarik adalah mitos mengenai jodoh. Di Goa Sunyaragi terdapat satu patung bernama Perawan Sunti, mitosnya apabila ada perempuan yang belum menikah menyentuh patung ini maka dipercayai akan sulit jodoh atau menjadi perawan tua.

Patung-patung yang ada di situs ini pun memiliki nilai filosofi tersendiri. Salah satunya adalah patung garuda yang dililit ular yang memiliki filosofi seorang pemimpin yang sudah berkuasa tidak boleh lupa akan tanggungjawabnya pada rakyat.

Filosofi lain yang terdapat dari bangunan situs Goa Sunyaragi adalah pintu yang pendek. Ini menggambarkan filosofi kuno yang selalu mengingatkan agar sebagai manusia kita harus selalu rendah hati karena ada zat lain yang lebih tinggi dan berkuasa daripada manusia. Selain itu, mereka yang merunduk saat masuk melalui pintu itu diharapkan juga selalu menghormati orang yang lebih tua.

Dalam sejarahnya, Goa Sunyaragi memiliki peran dalam perjuangan Indonesia mengusir kolonial Belanda. Bahkan pada tahun 1787 situs ini pernah dirusak oleh kolonial Belanda, dan dijadikan sebagai benteng pertahanan.

 

Reporter: Ainul Fazriah

Editor: Herni

-

Hot News