oleh

Perum Perhutani Purwakarta Berikan Bantuan Korban Tenggelam

-
Kantor Perum Perhutani Purwakarta

Purwakarta, AlexaNews.ID – Perum Perhutani Purwakarta memberikan santuan kepada keluarga korban yang meninggal akibat tenggelam, santunan yang diberikan pihak perhutani berupa sembako secukupnya kepada pihak keluarga.Kamis (25/06/2020)

Arsis Sulistyo, Menjelaskan melalui sambungan seluller saat usai memberikan santunan kepada keluarga korban siang tadi.

“Kami keluarga besar perhutani turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi, kami juga memberikan santunan dan sembako untuk keluarga korban yang tinggalkan,” ucapnya Arsis, melalui sambungan seluller.

Atas kejadian tersebut, pihak perhutani kemudian melakukan pemagaran di lokasi tempat terjadinya korban tenggelam. Selain itu juga di pasang plang peringatan yang baru, karena plang yang lama tulisannya sudah kurang jelas.

“Kami berharap tidak ada lagi kejadian seperti itu, cukup kejadian kali ini saja. Kita juga akan memperbanyak plang peringatan, agar masyarakat tidak memasuki area tersebut,” tutup Arsis.

Pemberian santunan yang diberikan oleh pihak perum perhutani Purwakarta, merupakan salah satu bentuk kepedulian dan tanggungjawab moral dari pimpinan perhutani Purwakarta. Walaupun Adm perum perhutani yang saat ini baru saja menjabat di Purwakarta, dirinya tetap memberikan perhatian terhadap masalh tersebut.

Diketahui dua orang bocah usia sekolah kemarin ditemukan meninggal dunia di lahan perhutani akibat tenggelam. Kubangan air yang terbentuk bekas tambang galian pasir tersebut sudah lama ada, dari informasi warga sekitar awal penambangan terjadi pada tahun 1997 an. Kemudian berakhir antara tahun 2003-2004.

“Awalnya dulu bekas galian itu akan di reklamasi (di tutup) , namun para masyarakat yang bertani keberatan. Katena air yang ada di kubangan itu digunakan untuk mengairi lahan pertanian, baik itu tanaman kholtikultura maupun untuk pengairan sawah yang hingga ke wilayah campaka. Hingga hari ini air dari bekas galian itu tetap dipakai oleh para petani,” ujar Abah Uned, salah seorang warga yang memanfaatkan air untuk mengairi sawahnya. (Rudy Harto)

-

Hot News