AlexaNews

Warga Karawang Keberatan Sistem Zonasi BPJS Kesehatan

KARAWANG, AlexaNews.ID — Masyarakat Kabupaten Karawang mengalami kesulitan dengan sistem zonasi yang mulai diterapkan BPJS Kesehatan beberapa hari lalu. Sistem zonasi tersebut terkesan memberatkan masyarakat.

Dengan sistem zonasi tersebut, masyarakat tidak bisa memilih layanan kesehatan yang diinginkan dan tidak dapat memilih rumah sakit yang terdekat dari tempat tinggal.

Seorang pria berisinial J (42) menyampaikan keluhan terkait sistem zonasi yang membuat keluarganya menjadi keberatan.

“Rumah sakit yang ditunjuk menjadi rujukan terlalu jauh dari rumah. Kami juga juga tidak bisa lagi memilih layanan kesehatan,” ujarnya.

Masyarakat berharap sistem zonasi tersebut dapat ditinjau ulang agar masyarakat tidak merasa keberatan dengan sistem zonasi tersebut. Sebab, sebelumnya tidak ada batasan zonasi dalam memilih layanan kesehatan dari BPJS.

“Sebagai masyarakat, kami ingin sistem yang lebih baik. Harapannya, kami bisa kembali memilih layanan kesehatan dan memilih rumah sakit sebagai rujukan. Jadi tidak ada kesan seperti dipaksa,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, saat ini peserta BPJS Kesehatan juga harus mengganti fasilitas kesehatan (faskes) agar nantinya mendapat rujukan sesuai dengan pilihannya.

“Kalau harus mengganti faskes juga kan sulit. Nanti perawatan yang sudah berjalan harus kembali dari awal lagi,” ujarnya.

Ditemui di kantornya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Rusli Gunawan, menuturkan, bahwa sistem zonasi yang diberlakukan BPJS Kesehatan diakuinya sangat menyulitkan masyarakat.

“Tujuannya dari sistem zona itu untuk pemerataan. Tetapi kemarin sudah kami uji coba. Ternyata masyarakat kesulitan dengan pembagian lokasi rumah sakit. Hal itu juga disebabkan karena antara rumah sakit dan klinik utama tidak sama distribusinya,” jelasnya.

Rusli Gunawan, mengatakan, hingga kini Kabupaten Karawang memiliki 23 rumah sakit kelas C dan kelas D, ditambah dengan 2 rumah sakit kelas B. Selain itu, terdapat tiga klinik utama yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Dijelaskan dia, pihaknya bersama BPJS Kesehatan sudah mengkaji ulang sistem zonasi tersebut. Dan pada hari Kamis mendatang akan mensosialisasikan aturan sistem zonasi baru.

“Akan kami revisi aturan sistem zonasi baru. Nanti akan dibagi menjadi zona 1, zona 2, dan zona 3. Nanti akan dilihat dari domisili kecamatannya,” pungkasnya. (Siska Purnama Dewi)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!