AlexaNews

Warga Tegallega Bergejolak! Emak Emak Turun ke Jalan, Tolak Rencana Pembongkaran Jembatan untuk Proyek Kereta Cepat

KARAWANG, AlexaNews.ID – Ratusan warga Dusun Parungnala, Desa Tegallega, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berunjuk rasa melawan rencana pembongkaran jembatan sementara proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Jembatan tersebut berada diatas Sungai Citarum yang menghubungkan antara Desa Tegallega, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang dengan Desa Cicadas, Kecamatan Babakanciakao, Kabupaten Purwakarta.

Warga serempak berjalan kaki beriringan menuju keatas jembatan untuk melakukan orasi. Sebagian warga juga ada yang menutup akses jembatan dengan bambu untuk mempertahankan jembatan agar tidak dibongkar.

Massa aksi yang didominasi oleh para ibu-ibu itu, dengan kompak turut membawa sapu lidi sebagai tanda penolakan pembongkaran jembatan sementara.

“Kami warga Dusun Parungnala, sangat menolak rencana pembongkaran jembatan ini. Karena jembatan ini, sebagai akses kehidupan masyarakat, baik itu untuk kesehatan, perdagangan, pendidikan, dan lainnya,” ujar Titin, salah satu warga setempat, Kamis (24/8/2023).

Menurut Titin, apabila jembatan itu dibongkar, maka warga tidak memiliki akses jalan penyebrangan lagi. Sehingga, keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan oleh warga.

“Kalau dibongkar, kami tidak bisa beraktifitas sehari-hari, semuanya putus. Kami jadi rugi, semuanya jadi sulit, nanti tidak ada akses penyebrangan lagi. Kami mohon bantuannya kepada Ibu Bupati Karawang. Jembatan ini harus dipertahankan,” ucap Titin.

Panas yang menyengat, tidak melunturkan semangat warga untuk tetap melakukan aksi unjuk rasa. Meskipun hanya menggunakan topi caping untuk menghalau terik matahari.

Seorang warga mengungkapkan, sebelum ada jembatan, dalam melakukan aktifitas sehari-hari warga harus melewati sungai menggunakan perahu yang rawan akan terjadi kecelakaan.

“Setiap hari, kami belanja dan kerja lewat sini. Termasuk anak-anak sekolah juga lewat jembatan ini. Sebelumnya, kami harus menggunakan perahu untuk sampai ke seberang. Dulu kan banyak kecelakaan, banyak warga yang tenggelam,” kata Titi, salah satu warga setempat lainnya.

Penolakan terhadap pembongkaran jembatan sementara proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung juga diutarakan oleh Kepala Desa Tegallega, Endang Suhaya. Ia nampak hadir mendampingi warganya dalam aksi unjuk rasa tersebut.

“Kami melakukan aksi unjuk rasa ini karena menolak rencana pembongkaran jembatan oleh pihak PT. Sinohidro yang akan dilakukan hari ini. Selain itu, kami juga melakukan aksi unjuk rasa ini karena belum ada solusi dari Pemkab Karawang kepada Pemdes Tegallega. Sedangkan jembatan ini sangat dibutuhkan warga,” terang Endang.

Endang membeberkan, pada tahun 2018 PT. Sinohidro membangun jembatan sementara diatas tanah yang disewa dari Perusahaan Umum Jasa Tirta (PJT) untuk akses mengangkut material dalam pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Namun, kata Endang, pada bulan Agustus ini, PT. Sinohidro berencana untuk membongkar jembatan sementara itu. Pihak perusahaan menyampaikan bahwa jangka waktu sewa tanah tersebut telah habis dan kondisi jembatan sementara sudah rapuh tidak layak dipakai.

Saat menerima surat pemberitahuan rencana pembongkaran jembatan sementara. Sebagai kepala desa, Endang bersama warga beramai-ramai membuat surat pernyataan keberatan yang kemudian dilayangkan kepada PT. Sinohidro.

“Sebelumnya, kami sudah mengirimkan surat keberatan pembongkaran jembatan ke PT. Sinohidro yang dilampiri tandatangan dari warga. Ada kurang lebih 287 warga yang ikut tandatangan,” imbuh Endang.

Endang hanya tidak ingin Desa Tegallega yang sekarang sedang dalam tahap berkembang menjadi terisolir kembali dengan dibongkarnya jembatan itu. Ia berharap, Pemkab Karawang dapat segera menyelesaikan permasalah tersebut.

“Semoga Pemkab Karawang bisa secepatnya melakukan mediasi dengan pihak perusahaan, yaitu KCIC dan PT. Sinohidro agar jembatan itu tidak dibongkar demi kepentingan warga. Kalau dibongkar, berarti kembali lagi ke awal, terisolir lagi. Desa Tegallega kan terletak di perbatasan ujung selatan Kabupaten Karawang, dulunya terisolir,” tegas Endang. (Siska Purnama Dewi).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!