CIREBON, AlexaNews.ID – Kondisi kabel internet yang terpasang tidak beraturan di sepanjang Jalan Raya Sunan Gunung Jati, Desa Suranenggala, Kabupaten Cirebon, kini menuai keresahan luas. Kabel-kabel tersebut terlihat menjuntai rendah, sebagian bahkan mendekati permukaan jalan, sehingga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan kabel yang kusut dan tidak tertata, menggantung tanpa pengikat yang memadai. Warga setempat menyebutnya sebagai “kabel mi instan” karena tampil semrawut dan terkesan dibiarkan tanpa pengawasan. Kondisi makin mengkhawatirkan karena sejumlah kabel internet tampak menempel langsung pada jaringan listrik milik PLN.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran warga akan potensi kecelakaan serius. Hamzah, salah seorang warga Suranenggala, menilai pihak penyedia layanan internet kurang memperhatikan aspek keselamatan publik. Ia mengaku waswas setiap kali melintas di jalur tersebut.

“Kabel internet cuma numpang di tiang, banyak yang lepas. Kalau sampai kena leher orang, risikonya sangat berbahaya,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Menurut warga, ancaman paling besar terjadi pada malam hari atau saat hujan turun. Minimnya penerangan dan jarak pandang yang terbatas membuat kabel yang menjuntai sulit terlihat oleh pengendara. Dalam kondisi tertentu, kabel tersebut berpotensi menjerat pengendara motor yang melaju cukup kencang.

Tak hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, keberadaan kabel internet yang bersinggungan dengan jaringan listrik juga dikhawatirkan memicu korsleting. Gesekan antarkabel dinilai berisiko menimbulkan percikan listrik yang dapat berujung kebakaran, terlebih lokasi tersebut berdekatan dengan kawasan pemukiman warga.

Selain faktor keselamatan, warga juga menyoroti dampak buruk terhadap estetika lingkungan desa. Kabel yang menjuntai sembarangan membuat wajah jalan utama tampak kumuh dan tidak terawat. Mereka pun mendesak agar ada penataan ulang secara menyeluruh.

Warga Suranenggala meminta pihak terkait segera melakukan penertiban kabel yang membahayakan, memisahkan jalur kabel internet dari jaringan listrik PLN, serta melakukan audit perizinan pemasangan tiang dan kabel oleh perusahaan penyedia layanan internet. Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya upaya perbaikan dari pihak pemilik kabel.

Kekecewaan warga pun kian memuncak. Jika tidak ada tindakan tegas dalam waktu dekat, sebagian warga mengaku siap mengambil langkah mandiri demi menjaga keselamatan bersama. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon dan PLN segera turun tangan sebelum kondisi tersebut benar-benar menelan korban jiwa. [Kirno]

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.