BEKASI, AlexaNews.ID – Banjir yang merendam Kabupaten Bekasi semakin meluas dan memaksa ribuan warga mengungsi. Sedikitnya 18 kecamatan terdampak genangan air akibat luapan sungai dan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Warga pun meninggalkan rumah untuk mencari lokasi yang lebih aman.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup berat adalah Kecamatan Kedungwaringin. Tiga desa dilaporkan terendam, yakni Desa Bojongsari, Desa Kedungwaringin, dan Desa Waringinjaya. Di sejumlah titik, ketinggian air berkisar antara 30 sentimeter hingga hampir satu meter, membuat aktivitas warga lumpuh.
Camat Kedungwaringin, Maman Badruzaman, menyampaikan bahwa Desa Bojongsari menjadi wilayah dengan jumlah korban terdampak terbanyak. Dari pendataan sementara, sekitar seribu warga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka tak lagi bisa ditempati.
Sejak Jumat sore (23/1/2026), warga mulai berdatangan ke sejumlah posko, termasuk kantor Kecamatan Kedungwaringin. Hingga Sabtu (24/1/2026), tercatat sekitar 250 orang telah ditampung di kantor kecamatan sebagai lokasi pengungsian utama.
“Warga mulai datang sejak Jumat sore. Sampai hari ini, kantor kecamatan menampung kurang lebih 250 pengungsi,” kata Maman saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Untuk memaksimalkan penanganan, pihak kecamatan telah menyiapkan delapan titik pengungsian yang tersebar di beberapa lokasi strategis. Tempat-tempat tersebut meliputi Aula Kantor Kecamatan Kedungwaringin, Aula Desa Kedungwaringin, Masjid A-Raudhah Perum TPI, Masjid Al-Furqon Perum Griya Restu Cikarang, SDN 03 Waringinjaya, Stasiun Kereta Kedunggede, Alfamart Bojong, serta Ponpes Al Jaelani Firdaus.
Dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar, pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi. Bantuan logistik telah disalurkan oleh BPBD Kabupaten Bekasi, Dinas Sosial, BAZNAS, hingga relawan dan donatur.
“Alhamdulillah bantuan terus mengalir. Dari para dermawan juga ada. Kemarin kami menerima 2.000 nasi bungkus dari SPPG MBG Wilayah Kedungwaringin untuk warga di Waringinjaya dan Bojongsari,” jelas Maman.
Selain makanan siap saji, bantuan lain berupa 1.000 roti dan 1.000 botol air mineral juga telah dibagikan kepada warga terdampak. Aparat setempat masih melakukan pemantauan debit air serta kondisi kesehatan para pengungsi di seluruh posko yang tersedia. [Wnd]










