CIREBON, AlexaNews.ID – Di tengah wajah Kota Cirebon yang terus dipoles dengan pembangunan infrastruktur, kondisi berbeda justru tampak di Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo. Salah satu ruas jalan vital di pusat kota ini dikeluhkan warga akibat kerusakan aspal yang merata dan dinilai luput dari perhatian pemerintah.
Jika dibandingkan dengan Jalan Cipto Mangunkusumo maupun Jalan Kartini yang kini relatif mulus, Jalan Wahidin terlihat kontras. Padahal, ruas ini dikenal sebagai akses penting yang menghubungkan berbagai kawasan strategis, mulai dari pusat bisnis, perhotelan, hingga sentra kuliner yang ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan.
Pantauan di lapangan, Kamis (5/2/2026), menunjukkan kondisi permukaan jalan dari arah perempatan Gunungsari hingga kawasan Krucuk mengalami penipisan aspal cukup parah. Di sejumlah titik, lapisan jalan tampak bergelombang, tidak rata, bahkan mulai menunjukkan kerusakan yang berpotensi semakin parah jika tidak segera ditangani.
Warga setempat menyebut kondisi tersebut dengan istilah lokal “garinjul”. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan sensasi jalan yang berguncang dan tidak nyaman saat dilintasi kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Kerusakan Jalan Wahidin bukan hanya soal estetika atau kenyamanan berkendara. Jalan ini merupakan salah satu urat nadi transportasi Kota Cirebon yang memiliki fungsi strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi, jasa, serta pariwisata.
Sepanjang ruas jalan tersebut berdiri sejumlah hotel berbintang, restoran, kafe, hingga pusat kuliner yang kerap menjadi tujuan wisatawan. Kondisi jalan yang rusak dinilai mencederai citra Kota Cirebon sebagai kota wisata dan kota jasa yang terus dipromosikan pemerintah daerah.
“Sudah lama setiap lewat Jalan Wahidin rasanya garinjul. Aspalnya makin tipis, lubang juga mulai muncul. Jauh dari kesan kota pariwisata,” ujar Mina (34), warga Kecamatan Kejaksan yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut untuk beraktivitas.
Menurut Mina, kerusakan jalan terasa semakin mengganggu dalam beberapa bulan terakhir. Ia menilai, jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Keluhan serupa disampaikan Solihin, warga Jalan Pembangunan. Ia mengaku kini mulai menghindari Jalan Wahidin dan memilih jalur alternatif demi menghindari risiko kerusakan kendaraan.
“Sekarang lebih sering cari jalan lain. Jalannya sudah tidak nyaman, takut kena lubang atau suspensi kendaraan rusak,” katanya.
Pantauan PojokSatu.id di lapangan juga menunjukkan, sejumlah pengendara harus memperlambat laju kendaraan, terutama pada jam sibuk. Permukaan jalan yang tidak rata membuat arus lalu lintas kerap tersendat, terutama ketika volume kendaraan meningkat.
Bagi pengendara roda dua, kondisi jalan bergelombang tersebut dinilai cukup berbahaya. Risiko tergelincir atau kehilangan kendali meningkat, terutama saat hujan turun atau pada malam hari ketika visibilitas berkurang.
Warga menilai, kondisi Jalan Wahidin yang rusak merata ini seolah tidak sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercantik wajah kota. Apalagi, ruas jalan tersebut berada di kawasan pusat kota yang seharusnya menjadi etalase pembangunan.
“Kalau tamu dari luar kota lewat sini, kesannya jadi kurang bagus. Padahal ini jalur penting, dekat hotel, dekat pusat kuliner,” ujar seorang pengendara yang ditemui di lokasi.
Hingga kini, belum terlihat adanya aktivitas perbaikan maupun penanganan sementara di sepanjang ruas Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo. Tidak tampak rambu peringatan, penambalan sementara, maupun tanda-tanda pengerjaan dari instansi terkait.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Mengingat fungsi strategis Jalan Wahidin, perbaikan yang berkualitas dinilai penting agar kerusakan tidak kembali terulang dalam waktu singkat.
“Kalau bisa jangan cuma ditambal. Lebih baik diperbaiki sekalian biar tahan lama,” kata Solihin.
Selain demi kenyamanan dan keselamatan, perbaikan Jalan Wahidin juga dinilai penting untuk mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Akses jalan yang baik akan memberikan kesan positif bagi wisatawan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas usaha di sekitarnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait rencana maupun jadwal perbaikan Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo. PojokSatu.id masih berupaya meminta konfirmasi kepada instansi terkait. (Kirno)









