CIREBON, AlexaNews.ID – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Jawa Barat menegaskan kesiapannya menindaklanjuti hasil Sekolah Politik dan Demokrasi Pemuda Katolik bertajuk “Politikku” Batch 1 ke dalam program kerja konkret di wilayah Jawa Barat.
Sekolah politik yang digelar pada 7–8 Februari 2026 di Kota Malang, Jawa Timur tersebut mengusung tema besar “Bergerak dari Altar ke Pasar: Merawat Politik dan Demokrasi yang Berkeadaban”. Program ini dirancang sebagai fondasi strategis untuk membangun kesadaran politik, kepemimpinan, serta integritas kader Pemuda Katolik di seluruh Indonesia.
Sebagai bentuk komitmen serius, Pemuda Katolik Komda Jawa Barat mengutus sejumlah kader kunci untuk mengikuti agenda nasional tersebut. Mereka di antaranya Boy Fernando Lumbanraja selaku Sekretaris Komda Jawa Barat, Bernardo Julianus P. Coban selaku Ketua Komcab Kabupaten Bogor, Benny Hamonangan Sitanggang sebagai Wakil Kepala Bidang Riset, Advokasi, dan Bantuan Hukum, serta Ferdynand Januar Ignatius selaku Wakil Kepala Bidang OKP dan Hubungan Antar Lembaga.
Pasca mengikuti Sekolah Politik Politikku di Malang, Pemuda Katolik Jawa Barat menegaskan tidak ingin berhenti pada tataran wacana dan teori semata. Hasil pembelajaran akan diturunkan menjadi gerakan kaderisasi yang lebih masif dan sistematis di tingkat regional.
Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Barat, Alfian Syukur, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis sebagai tindak lanjut konkret dari sekolah politik tersebut.
“Pemuda Katolik Jawa Barat akan menyelenggarakan Sekolah Politik tingkat regional, memperkuat forum diskusi publik dan literasi politik, mengembangkan pelatihan advokasi kebijakan publik, serta melakukan pendampingan demokrasi di tingkat akar rumput,” ujar Alfian.
Menurut Alfian, tema “Bergerak dari Altar ke Pasar” menjadi pengingat penting bahwa nilai-nilai moral, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada rakyat harus hadir secara nyata dalam praktik politik.
“Pemuda Katolik tidak boleh menjauh dari politik. Justru kami terpanggil untuk terlibat aktif dalam merawat demokrasi yang berkeadaban, berlandaskan nilai iman, kebangsaan, dan keadilan sosial,” tegasnya.
Ia menambahkan, Jawa Barat sebagai provinsi dengan dinamika sosial dan politik yang tinggi membutuhkan kader muda yang tidak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kepekaan sosial, serta keberanian moral dalam menyuarakan kepentingan publik.
“Kami berkomitmen mencetak kader yang bukan hanya cakap secara akademik, tetapi juga berani membela kebenaran dan kepentingan rakyat. Politik harus dimaknai sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan,” imbuh Alfian.
Melalui penguatan literasi politik dan kaderisasi berkelanjutan ini, Pemuda Katolik Komda Jawa Barat optimistis dapat berkontribusi dalam melahirkan generasi muda yang memandang politik sebagai sarana memperjuangkan masyarakat yang adil, demokratis, dan sejahtera. (Kirno)










