CIREBON, AlexaNews.ID – Aparat kepolisian dari Polresta Cirebon berhasil menggagalkan rencana tawuran antar kelompok pelajar yang diduga berafiliasi dengan geng motor. Sebanyak 24 remaja diamankan setelah melakukan konvoi yang meresahkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon.
Aksi tersebut berlangsung sejak Senin (9/2/2026) malam hingga Selasa (10/2/2026) dini hari. Informasi awal diterima polisi dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya gerombolan pelajar yang berkumpul dan diduga bersiap melakukan bentrokan di wilayah Kecamatan Plumbon.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Satreskrim Polresta Cirebon bersama jajaran Polsek setempat langsung melakukan patroli dan penyisiran di lokasi yang dimaksud.
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol I Putu Ika Prabawa, mengungkapkan bahwa jumlah kelompok pelajar yang terlibat diperkirakan mencapai sekitar 50 orang. Namun, sebagian besar dari mereka langsung kocar-kacir saat mengetahui kehadiran patroli polisi.
“Saat patroli Polsek melintas, kelompok tersebut langsung dibubarkan. Setelah itu, sebagian bergerak ke arah wilayah Klangenan,” ujar Kompol Putu saat memberikan keterangan di Mapolresta Cirebon, Selasa dini hari.
Pergerakan kelompok pelajar tersebut sempat menimbulkan keresahan di beberapa desa yang dilintasi. Karena jumlah massa cukup besar dan dikhawatirkan memicu bentrokan, warga setempat turut melakukan pembubaran secara mandiri.
Akhirnya, 24 pelajar berhasil diamankan di tiga lokasi berbeda, yakni:
Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang
Desa Kreyo, Kecamatan Klangenan
Desa Bojong Lor, Kecamatan Jamblang
Untuk menghindari aksi main hakim sendiri, sebagian pelajar yang diamankan sempat dibawa warga ke balai desa setempat sebelum akhirnya dijemput oleh pihak kepolisian.
Meski tawuran fisik belum sempat terjadi, polisi menemukan indikasi kuat adanya rencana kekerasan. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berbahaya.
“Barang bukti yang kami amankan di antaranya alat pemukul dan senjata tajam,” ungkap Kompol Putu.
Terkait beredarnya video viral yang memperlihatkan beberapa pelajar dalam kondisi terluka dan berdarah, pihak kepolisian menegaskan masih melakukan pendalaman. Polisi belum memastikan penyebab luka yang dialami para remaja tersebut.
“Masih kami selidiki, apakah luka tersebut akibat terjatuh dari kendaraan saat pembubaran atau disebabkan faktor lain,” jelasnya.
Saat ini, ke-24 pelajar masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Cirebon. Polisi juga mendalami peran masing-masing pelajar serta kemungkinan keterkaitan mereka dengan jaringan geng motor yang lebih luas.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk aksi kekerasan jalanan, khususnya yang melibatkan pelajar, demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Cirebon. (Kirno)










