BEKASI, AlexaNews.ID – Semangat kemandirian desa kembali ditegaskan melalui Launching Unit Usaha Ketahanan Pangan BUMDes Karangsari Kelompok Perikanan Tunas Harapan “Rindang Teduh Harmonis” yang digelar di Dusun I Kalenderwak, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Desa Karangsari H. Bao Umbara dan dihadiri Sekretaris Kecamatan Cikarang Timur H. Aris Sadikin Asnawi, S.E., M.M., mewakili Camat Cikarang Timur, Kapolsek Cikarang Timur Kompol Sugiharto, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi Sapto Noviantoro, Sekretaris Desa H. Oman Abdurohman, Ketua BUMDes Iin Solihin, Ketua Kelompok Unit Usaha Rudi Hartono, S.T., perangkat desa serta tokoh masyarakat.

Peluncuran unit usaha ini ditandai dengan penebaran benih ikan patin sebanyak 2 ton ke kolam seluas 3.000 meter persegi. Program tersebut didanai dari alokasi Dana Desa sebesar 20 persen dengan total anggaran Rp306.363.000 sebagai bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan berbasis desa.

Ketua Kelompok Unit Usaha BUMDes Tunas Harapan Karangsari, Rudi Hartono, S.T., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada budidaya ikan patin, tetapi juga merintis sektor peternakan serta pembibitan mandiri.

“Kami ingin usaha ini berjalan kolektif. Pengurus kelompok berjaga 24 jam secara bergantian. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi membangun kemandirian,” ujarnya.

Ikan patin dipilih karena memiliki pangsa pasar luas, pertumbuhan cepat, serta perawatan yang relatif mudah. Ke depan, BUMDes juga menargetkan pembangunan unit pembibitan (pendederan) seluas 25 x 6 meter yang mampu memproduksi hingga 200 ribu ekor benih per siklus, sebagai langkah menuju kemandirian produksi dari hulu.

Kepala Desa Karangsari H. Bao Umbara menegaskan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan bagian dari visi besar menjadikan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Ia mengungkapkan bahwa budidaya ayam petelur telah lebih dahulu berjalan dan menunjukkan perkembangan positif. Ke depan, desa juga akan mengembangkan program penggemukan sapi sebagai bentuk diversifikasi usaha.

“Kami ingin BUMDes menjadi motor penggerak ekonomi desa. Selain budidaya ikan patin, ayam petelur sudah berjalan. Insya Allah ke depan kita kembangkan penggemukan sapi agar rantai ekonomi desa semakin kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Tidak hanya fokus pada sektor pangan, Pemerintah Desa Karangsari juga merencanakan pembangunan stadion mini desa di lokasi yang berdekatan dengan area budidaya perikanan. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai ruang aktivitas generasi muda sekaligus sarana olahraga masyarakat.

“Di samping lokasi ini, kami akan membangun stadion mini desa. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi membangun karakter, kesehatan, dan kebersamaan warga,” tambahnya.

Menurutnya, seluruh program ini bermuara pada satu tujuan besar, yakni membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi warga Karangsari.

“Kami berharap unit usaha perikanan, peternakan ayam petelur, penggemukan sapi, hingga pembangunan fasilitas olahraga ini dapat menyerap tenaga kerja lokal. Dengan begitu angka pengangguran di desa bisa ditekan dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya optimistis.

Kekuatan program ini juga terletak pada kolaborasi multipihak. Polsek Cikarang Timur turut berpartisipasi melalui dukungan investasi sebesar Rp56 juta. Warga serta unsur perbankan juga berkontribusi dalam proses penebaran benih. Dukungan sarana prasarana termasuk penyediaan pipa paralon sepanjang 146 meter untuk sistem sirkulasi air yang terhubung dengan saluran irigasi.

Model gotong royong ini menunjukkan bahwa pembangunan desa yang dirancang secara partisipatif mampu membangun rasa memiliki bersama sekaligus memperkuat fondasi ekonomi lokal.

BUMDes Karangsari diposisikan bukan sekadar entitas bisnis, tetapi instrumen pemberdayaan ekonomi desa. Dengan tata kelola transparan dan profesional, BUMDes diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi produktif berbasis potensi lokal.

Dari kolam patin seluas 3.000 meter persegi hingga rencana stadion mini desa, Karangsari sedang merancang masa depannya sendiri. Benih yang ditebar bukan hanya ikan, melainkan tekad untuk mandiri, berdaya saing, dan mewujudkan desa yang benar-benar rindang, teduh, dan harmonis dalam kesejahteraan bersama. (Wnd)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.