CIREBON, Alexanews.id – Kota Cirebon kembali menjadi sorotan melalui kegiatan syiar Al-Qur’an berskala global. Pesantren Qur’an Anamfal resmi mengumumkan penyelenggaraan Anamfal International Quran Competition (MHQ 2026), sebuah kompetisi Musabaqah Hifzhil Qur’an tingkat internasional yang akan berlangsung selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Ajang ini langsung mendapat perhatian luas dari berbagai negara. Lebih dari 100 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi tersebut. Para peserta berasal dari tujuh negara yang tersebar di tiga benua, yakni Asia, Afrika, dan Amerika.

Kompetisi MHQ Internasional Anamfal 2026 dirancang khusus untuk kalangan pelajar. Panitia membuka dua kategori peserta, yaitu siswa tingkat SD/MI kelas 5–6 serta pelajar SMP/MTs kelas 8–9. Kategori ini dipilih untuk memberikan ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan kemampuan hafalan Al-Qur’an sejak dini.

Panitia juga menyiapkan hadiah yang cukup besar untuk para pemenang. Total hadiah yang diperebutkan mencapai lebih dari Rp100 juta. Bentuk penghargaan yang diberikan antara lain berupa laptop, smartphone, uang pembinaan, bantuan pendidikan atau paket umrah, serta sertifikat bertaraf internasional.

Ketua Panitia MHQ 2026, Laila, S.Ag, mengatakan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an di era digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya tidak menjadi penghalang dalam menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an. Justru sebaliknya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan syiar Islam hingga ke berbagai negara.

“MHQ 2026 kami harapkan menjadi wadah lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga mampu memahami serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Laila dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).

Untuk menjangkau peserta dari berbagai negara, seluruh rangkaian kompetisi dilaksanakan secara daring. Sistem online dipilih agar para peserta tetap bisa mengikuti lomba tanpa harus datang langsung ke lokasi penyelenggaraan.

Mekanisme seleksi dilakukan melalui dua tahapan. Pada tahap awal, peserta diminta mengirimkan video hafalan Al-Qur’an melalui media sosial sebagai proses penyaringan awal.

Peserta yang lolos tahap pertama kemudian akan mengikuti seleksi lanjutan secara langsung melalui Zoom Meeting. Dalam tahap ini, para juri akan menilai kemampuan hafalan peserta secara real time.

Panitia telah menetapkan sejumlah jadwal penting dalam rangkaian MHQ Internasional Anamfal 2026.

Pada 7 Maret 2026 akan diumumkan peserta yang berhasil lolos ke tahap kedua. Selanjutnya, technical meeting bagi peserta akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada 9 Maret 2026.

Seleksi tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 12 Maret 2026 dengan sistem penilaian langsung melalui platform Zoom. Setelah proses penilaian selesai, kompetisi akan mencapai puncaknya pada 15 Maret 2026 melalui grand final sekaligus pengumuman pemenang.

Pemilihan bulan Ramadan sebagai waktu penyelenggaraan kompetisi bukan tanpa alasan. Panitia berharap momentum bulan suci ini dapat meningkatkan semangat spiritual para peserta dalam menghafal dan mendalami Al-Qur’an.

Meski berskala internasional, kegiatan ini tetap berpusat di Sekretariat Pesantren Qur’an Anamfal yang berada di Susukan Lebak, Kabupaten Cirebon. Hal ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan berbasis pesantren di daerah juga mampu menginisiasi kegiatan berskala global.

Ke depan, panitia berharap MHQ Internasional Anamfal dapat terus berkembang dan menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak negara. Dengan demikian, syiar Al-Qur’an dari Cirebon dapat terus menjangkau dunia.

Masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan kompetisi ini dapat mengakses informasi melalui situs resmi penyelenggara. Informasi juga tersedia melalui narahubung panitia untuk kebutuhan konfirmasi atau peliputan media. (Kirno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.