CIREBON, Alexanews.id – PT Cirebon Electric Power atau Cirebon Power menyoroti dua isu penting yang berkaitan dengan operasional pembangkit listrik, yakni stabilitas pasokan batubara serta perkembangan wacana pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama Cirebon Power, Joseph Pangalila, saat menghadiri acara buka puasa bersama awak media di salah satu hotel di Kota Cirebon, Kamis (5/3/2026).

Dalam keterangannya, Joseph mengungkapkan bahwa ketersediaan batubara sebagai bahan bakar utama pembangkit mulai menunjukkan tanda penurunan sejak tahun lalu. Kondisi tersebut membuat pihak perusahaan terus memantau kebijakan pemerintah guna memastikan pasokan energi tetap aman.

Menurutnya, batubara hingga kini masih menjadi tulang punggung pembangkit listrik di Indonesia, sehingga stabilitas pasokan sangat penting untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

“Jika dibandingkan dengan sektor lain seperti industri semen yang mungkin sudah mencapai sekitar 90 persen, untuk pembangkit listrik berbasis batubara saat ini masih berada di kisaran 70 persen,” kata Joseph.

Ia menjelaskan, kondisi stok batubara di setiap pembangkit juga berbeda-beda. Ada pembangkit yang memiliki cadangan lebih dari 10 hari, namun ada pula yang stoknya berada di bawah batas tersebut.

Joseph menambahkan bahwa setiap pembangkit memiliki spesifikasi kebutuhan batubara yang berbeda, sehingga tidak semua jenis batubara dapat digunakan secara langsung.

Selain faktor domestik, dinamika global juga ikut memengaruhi sektor energi. Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, misalnya, berpotensi memberikan dampak terhadap rantai pasok energi dunia.

Karena itu, Cirebon Power terus berkoordinasi dengan pemerintah guna memastikan pasokan batubara tetap terjaga dan operasional pembangkit berjalan normal.

Dalam kesempatan yang sama, Joseph juga menanggapi isu mengenai rencana pensiun dini sejumlah PLTU di Indonesia yang sempat menjadi perbincangan publik.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini manajemen Cirebon Power belum menerima keputusan resmi dari pemerintah terkait kelanjutan maupun pembatalan rencana tersebut.

“Secara resmi kami belum mendapatkan pemberitahuan apa pun. Kepada karyawan juga sudah kami sampaikan bahwa rencana pensiun dini PLTU ini masih sebatas wacana dan belum ada keputusan final,” jelasnya.

Joseph memastikan, perusahaan siap mengikuti setiap kebijakan yang nantinya ditetapkan pemerintah. Jika program pensiun dini tetap dijalankan, maka akan ada penyesuaian perjanjian kerja sama dengan PLN.

Namun apabila rencana tersebut tidak dilanjutkan, operasional pembangkit tetap akan berjalan normal tanpa hambatan.

“Pada prinsipnya kami siap mengikuti regulasi yang ditetapkan pemerintah. Operasional pembangkit tetap kami jalankan untuk menjaga pasokan listrik,” pungkasnya. (Kirno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.