CIREBON, alexanews.id – Bencana angin puting beliung menerjang Desa Muara, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Rabu malam (11/3/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba tersebut menyebabkan kerusakan cukup luas pada bangunan milik warga dan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.
Berdasarkan pendataan awal dari pihak kepolisian, sedikitnya 106 bangunan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang yang melanda kawasan tersebut.
Kerusakan paling banyak terjadi di dua wilayah, yakni Blok Muara Wetan dan Blok Karanganyar.
Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Adam Gana S.T.K., S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa jumlah bangunan yang terdampak cukup signifikan.
Di Blok Karanganyar, tercatat sekitar 21 rumah warga mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang.
Sementara itu, di Blok Muara Wetan, kerusakan lebih banyak terjadi dengan jumlah mencapai sekitar 85 rumah warga.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas pendidikan juga ikut terdampak dalam peristiwa tersebut.
Beberapa sekolah yang dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap di antaranya SDN 1 Muara, SDN 2 Muara, serta SD PGRI Kecamatan Suranenggala.
Meski kerusakan material cukup luas, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, aparat kepolisian langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
Kapolsek Kapetakan Iptu Rudiana S.H., M.H., C.PHR., segera mengerahkan personel ke lokasi guna membantu proses evakuasi serta penanganan dampak bencana.
Upaya penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh aparat gabungan yang terdiri dari personel Polsek Kapetakan, Sat Brimob Den C Polda Jawa Barat, serta Koramil 0620-21/Suranenggala.
Petugas bersama warga setempat bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan dan material atap rumah yang berserakan akibat diterjang angin kencang.
Selain melakukan pembersihan, aparat juga melakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah potensi bahaya lanjutan.
Bhabinkamtibmas Desa Muara berkoordinasi dengan pihak PLN untuk melakukan pemutusan sementara aliran listrik pada kabel yang tertimpa pohon tumbang.
Langkah tersebut dilakukan guna mencegah risiko bahaya seperti korsleting listrik atau kejadian lain yang dapat membahayakan warga.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Ia mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu dapat memicu bencana seperti angin kencang, hujan deras, maupun puting beliung.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Jika terjadi keadaan darurat, segera laporkan kepada pihak kepolisian melalui layanan Polisi 110 agar petugas dapat segera melakukan penanganan,” ujar AKP M. Aris Hermanto.
Saat ini kondisi di lokasi kejadian berangsur kondusif. Aparat gabungan bersama warga masih terus melakukan pembersihan serta membantu warga memulihkan kondisi rumah yang rusak.
Upaya pemulihan juga difokuskan pada pembersihan material bangunan dan perbaikan fasilitas yang terdampak agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (Kirno)










