KARAWANG, alexanews.id – Ratusan warga Desa Babakan Bogor, Dawuan Barat, Cikampek, Kabupaten Karawang, bersama Aliansi Mahasiswa Pangkal Perjuangan (AMPPERA) mendatangi kantor pusat PT Pertamina (Persero) di Jakarta. Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut kejelasan terkait persoalan pembebasan lahan dan penetapan zona penyangga atau buffer zone di sekitar Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Dawuan.
Kedatangan massa aksi itu dilatarbelakangi kekecewaan warga yang menilai persoalan pembebasan lahan di sekitar TBBM Dawuan belum juga menemukan titik penyelesaian meskipun telah berlangsung cukup lama.
Warga Babakan Bogor yang tinggal di sekitar area operasional terminal BBM tersebut menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan mereka. Permukiman warga berada sangat dekat dengan fasilitas penyimpanan bahan bakar yang berpotensi menimbulkan risiko jika terjadi insiden.
Selain persoalan jarak aman antara permukiman dan area operasional, warga juga mengeluhkan dampak lingkungan yang mereka rasakan selama ini. Beberapa warga mengaku kerap mencium bau bahan bakar yang cukup menyengat dari aktivitas di kawasan terminal.
Perwakilan Aliansi Mahasiswa Pangkal Perjuangan (AMPPERA) menyebutkan bahwa pihaknya mendampingi warga untuk menyuarakan aspirasi terkait kepastian pembebasan lahan serta penataan buffer zone di sekitar kawasan TBBM Dawuan.
Koordinator aksi, Beryl Geovanni Xenoglosi, mengatakan bahwa persoalan tersebut sudah berulang kali disampaikan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum ada keputusan yang memberikan kepastian bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Menurutnya, warga datang langsung ke kantor pusat Pertamina untuk meminta penjelasan yang lebih jelas terkait penyelesaian persoalan tersebut.
“Kami datang untuk meminta kepastian terkait pembebasan lahan dan penataan buffer zone. Warga membutuhkan kejelasan agar dapat hidup dengan rasa aman,” ujar Beryl Geovanni Xenoglosi.
Ia menambahkan bahwa warga merasa persoalan yang mereka hadapi telah berlangsung cukup lama tanpa adanya solusi konkret yang dapat memberikan kepastian bagi masyarakat.
Selain menuntut kepastian pembebasan lahan, warga juga meminta perhatian terhadap kondisi kesehatan dan lingkungan yang mereka rasakan selama tinggal di sekitar area operasional terminal BBM.
Menurut massa aksi, aktivitas operasional di kawasan tersebut dinilai menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi, terutama terkait potensi risiko keselamatan serta dampak lingkungan.
Massa aksi juga berharap adanya komunikasi yang lebih terbuka antara pihak perusahaan dan masyarakat agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara transparan dan berkeadilan.
Dalam aksi tersebut, warga dan mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka secara damai di depan kantor pusat perusahaan energi milik negara tersebut.
Beryl Geovanni Xenoglosi juga menegaskan bahwa warga berharap pihak Pertamina dapat segera membuka ruang dialog agar persoalan yang terjadi tidak terus berlarut-larut.
Ia menyebutkan bahwa masyarakat menginginkan adanya kepastian mengenai langkah konkret yang akan diambil perusahaan terkait pembebasan lahan maupun penataan zona aman di sekitar TBBM Dawuan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina terkait tuntutan yang disampaikan oleh warga Babakan Bogor dan mahasiswa AMPPERA dalam aksi tersebut.
Warga berharap persoalan yang mereka hadapi dapat segera mendapatkan perhatian sehingga tercapai solusi yang memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TBBM Dawuan. (King)









