CIREBON, alexanews.id – Warga Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, digegerkan dengan penemuan sesosok pria lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Anak Winong, Rabu (26/8/2026) petang.

Korban diketahui berinisial H.H.D.S. (71), warga Desa Grogol, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon. Sebelumnya korban dilaporkan pergi mencari ikan di aliran Sungai Winong pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, namun hingga malam hari tidak kunjung pulang ke rumah.

Penemuan jenazah bermula saat Sutrisno (39), seorang buruh tani asal Desa Suranenggalakulon, hendak pulang usai mengairi sawah. Saat melintas di sekitar tanggul Sungai Karangsambung, ia melihat sebuah sepeda motor terparkir di lokasi tersebut.

Motor itu menarik perhatiannya karena diketahui telah berada di lokasi yang sama sejak sehari sebelumnya. Merasa curiga, Sutrisno bersama warga lainnya kemudian berinisiatif mencari keberadaan pemilik kendaraan di sekitar tanggul dan aliran sungai.

Saat melakukan pencarian, Sutrisno melihat sesosok tubuh dalam posisi telungkup di aliran Sungai Anak Winong. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Layanan Polisi 110.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Kapetakan segera mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan para saksi, mengamankan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses evakuasi.

Wawan alias Godeg (40), perangkat Desa Suranenggalakulon, juga turut memberikan keterangan kepada petugas mengenai informasi awal penemuan jenazah tersebut.

Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana bersama anggota Polsek Kapetakan, Tim Inafis, dan personel Pamapta Polres Cirebon Kota kemudian melakukan olah TKP. Jenazah dievakuasi dari aliran sungai dengan bantuan warga sekitar sebelum dibawa ke rumah duka.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban berangkat mencari ikan dengan membawa jaring menggunakan sepeda motor pada Selasa sore. Namun hingga sekitar pukul 19.00 WIB, korban belum juga kembali sehingga keluarga melakukan pencarian di sejumlah titik sungai yang biasa didatangi korban.

Pencarian tersebut berakhir duka setelah keluarga menerima kabar bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sekitar pukul 20.20 WIB, proses evakuasi selesai dilakukan. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Hasil pemeriksaan awal dari pihak Puskesmas Kapetakan menyebutkan korban diduga meninggal dunia akibat terlalu banyak kemasukan air. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi.

Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana mengapresiasi masyarakat yang cepat melaporkan kejadian tersebut melalui Layanan Polisi 110 sehingga penanganan dapat dilakukan dengan segera.

“Kami mengapresiasi respons masyarakat yang segera menghubungi Layanan Polisi 110 sehingga informasi penemuan jenazah dapat dengan cepat diterima dan ditindaklanjuti oleh personel kepolisian,” ujar AKP Rudiana.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan kejadian yang membutuhkan kehadiran aparat kepolisian.

“Setiap informasi dari masyarakat sangat penting bagi kepolisian, terutama dalam kondisi darurat. Kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi Layanan Polisi 110 apabila menemukan kejadian yang membutuhkan kehadiran dan penanganan kepolisian,” tutupnya. (Kirno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.