CIREBON, Alexanews.id – Tradisi budaya Memayu Buyut Trusmi kembali menjadi magnet perhatian masyarakat. Puncak perayaan yang dijadwalkan berlangsung Minggu (1/11/2026) diprediksi akan menyedot ribuan warga dari berbagai wilayah Kabupaten Cirebon dan sekitarnya.

Beragam atraksi budaya telah disiapkan untuk memeriahkan tradisi tahunan tersebut. Salah satu yang paling dinantikan adalah penampilan puluhan pasukan pacuan kuda yang akan melintasi jalur arak-arakan mulai pukul 06.00 WIB.

Tak hanya parade berkuda, kemeriahan juga akan diwarnai dengan arak-arakan ogoh-ogoh, kesenian tradisional, hingga berbagai replika dan kreasi unik hasil karya masyarakat desa.

Tradisi Memayu Buyut Trusmi sendiri menjadi salah satu agenda budaya yang selalu dinantikan masyarakat karena menghadirkan perpaduan nilai tradisi, seni, dan kebersamaan.

Besarnya antusiasme masyarakat diperkirakan berdampak terhadap kondisi lalu lintas di sepanjang Jalur Pantura, khususnya kawasan Trusmi hingga Tengah Tani.

Kepadatan kendaraan bahkan berpotensi terjadi sejak pagi hari seiring meningkatnya aktivitas masyarakat yang ingin menyaksikan langsung rangkaian arak-arakan.

Untuk mengantisipasi kemacetan, Satlantas Polresta Cirebon bersama Dinas Perhubungan (Dishub) setempat telah bersiaga dan menyiapkan rekayasa lalu lintas secara kondisional sesuai situasi di lapangan.

Pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, diimbau mengatur waktu perjalanan dan mempertimbangkan jalur alternatif apabila hendak melintasi kawasan tersebut.

Masyarakat juga diminta mengantisipasi kepadatan sejak dini, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas penting di sekitar lokasi kegiatan.

Sementara itu, warga yang datang untuk menyaksikan kemeriahan Memayu Buyut Trusmi diingatkan agar tetap menjaga ketertiban, memperhatikan barang bawaan, serta mengikuti arahan petugas kepolisian yang berjaga.

Puncak tradisi ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal Cirebon agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Kirno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.