SERGAI, alexanews.id – Mahasiswa Universitas Al Washliyah (Univa) Medan yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ujung Negeri Hulu, Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), memaparkan hasil program kerja yang telah mereka jalankan selama berada di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung di aula balai Desa Ujung Negeri Hulu, Jumat (21/8/2026). Pertemuan itu menjadi salah satu momen bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai kegiatan yang telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan.
Kegiatan dihadiri Sekretaris Desa Ujung Negeri Hulu Saiyem yang mewakili Kepala Desa Amril, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga.
Pemdes Apresiasi Kehadiran Mahasiswa KKN
Sekretaris Desa Ujung Negeri Hulu Saiyem menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kontribusi mahasiswa KKN Univa Medan selama berada di desa.
Menurutnya, program yang dijalankan mahasiswa diharapkan tidak berhenti ketika masa KKN berakhir. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Desa Ujung Negeri Hulu saya ucapkan terima kasih. Semoga kehadiran adik-adik mahasiswa memberikan manfaat bagi desa,” ujar Saiyem.
Bagi pemerintah desa, kehadiran mahasiswa bukan hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik. Interaksi mahasiswa dengan masyarakat juga menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Sejumlah Program Disesuaikan dengan Kebutuhan Warga
Ketua Kelompok KKN, Reyza Mamana Sembiring, mengatakan mahasiswa berusaha menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat selama mereka berada di Desa Ujung Negeri Hulu.
Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain pendidikan agama Islam mengenai Qada dan Qadar, pembuatan peta desa, pemasangan plang dusun, plang kantor desa dan Polindes.
Mahasiswa juga menggelar kegiatan belajar dan mengaji untuk anak-anak, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga edukasi mengenai bahaya bullying.
Beragam kegiatan tersebut menyasar beberapa bidang, mulai dari pendidikan, keagamaan, sosial, ekonomi hingga lingkungan masyarakat.
Reyza menjelaskan, kegiatan pendidikan agama Islam tentang Qada dan Qadar diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya ikhtiar, tawakal dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai keadaan.
Sementara kegiatan belajar dan mengaji menjadi ruang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendampingan tambahan. Selain membantu proses belajar, kegiatan tersebut juga mendorong anak-anak untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Dorong UMKM Lebih Berkembang
Di bidang ekonomi, mahasiswa KKN memberikan motivasi dan pengetahuan kepada pelaku UMKM.
Pendampingan tersebut diarahkan agar pelaku usaha dapat melihat peluang pengembangan usaha, termasuk dalam hal pemasaran dan pengenalan produk kepada masyarakat.
Bagi mahasiswa, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu bentuk kontribusi yang diharapkan bisa memberikan manfaat setelah program KKN selesai.
Pengetahuan sederhana mengenai pemasaran dan pengenalan produk dapat menjadi bekal bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usaha yang mereka jalankan.
Edukasi Anti-Bullying untuk Anak-Anak
Selain pendidikan dan ekonomi, mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap persoalan bullying.
Edukasi anti-bullying diberikan untuk menanamkan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya saling menghargai.
Mahasiswa mengajak anak-anak untuk lebih berhati-hati dalam berkata dan bertindak agar tidak menyakiti orang lain.
Pesan tersebut menjadi penting karena lingkungan pertemanan merupakan salah satu bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak.
Melalui edukasi yang diberikan, mahasiswa berharap anak-anak dapat membangun hubungan pertemanan yang lebih baik dan saling menghormati.
KKN Bukan Sekadar Menjalankan Program
Reyza mengakui pelaksanaan program KKN masih memiliki sejumlah kekurangan. Namun, mahasiswa tetap berusaha memberikan kontribusi terbaik sesuai kemampuan yang mereka miliki.
Menurutnya, ukuran keberhasilan KKN tidak hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang berhasil dilaksanakan.
“Bagi kami, keberhasilan KKN bukan hanya tentang seberapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, tetapi bagaimana kegiatan tersebut memberikan manfaat dan meninggalkan sesuatu yang baik bagi masyarakat,” katanya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa KKN bagi mahasiswa tidak hanya menjadi kegiatan untuk memenuhi kewajiban akademik.
Selama berada di desa, mahasiswa juga berhadapan langsung dengan kehidupan masyarakat. Mereka belajar memahami kebutuhan warga, berkomunikasi dengan berbagai kelompok, sekaligus menjalankan program yang telah disusun.
Mahasiswa Bawa Pulang Pengalaman dari Desa
Selama menjalani KKN, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman dari masyarakat Desa Ujung Negeri Hulu.
Reyza menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, anak-anak serta seluruh warga yang telah menerima dan mendukung kegiatan mahasiswa.
“Kami datang sebagai mahasiswa untuk belajar dan mengabdi. Namun, selama berada di sini kami justru mendapatkan banyak pelajaran tentang kebersamaan, kekeluargaan, kepedulian dan kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan mahasiswa selama menjalani KKN.
Di satu sisi, mahasiswa berusaha memberikan pengetahuan dan menjalankan program yang telah direncanakan. Di sisi lain, mereka juga belajar langsung dari kehidupan masyarakat desa.
Berharap Program Tetap Dilanjutkan
Menjelang berakhirnya masa KKN, Reyza berharap sejumlah program yang telah dilaksanakan dapat terus dimanfaatkan dan dilanjutkan oleh masyarakat.
Harapan itu terutama ditujukan pada kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, mengaji, pemberdayaan UMKM, edukasi anak serta fasilitas pendukung yang telah dibuat mahasiswa.
Dengan demikian, manfaat KKN diharapkan tidak hanya terasa selama mahasiswa berada di Desa Ujung Negeri Hulu, tetapi juga dapat terus dirasakan setelah mereka kembali ke kampus.
“KKN mungkin memiliki batas waktu, tetapi kenangan, ilmu dan silaturahmi yang telah kita bangun semoga tidak pernah memiliki batas,” pungkasnya.
Kegiatan KKN tersebut pun menjadi pengalaman bersama bagi mahasiswa dan masyarakat Desa Ujung Negeri Hulu. Bagi mahasiswa, masa pengabdian menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu sekaligus belajar dari masyarakat.
Sementara bagi desa, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan tambahan gagasan, kegiatan dan manfaat yang bisa terus dikembangkan bersama. (Sutrisno)










