KARAWANG, alexanews.id – Sebuah bangunan tua yang berdiri di kawasan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, menyita perhatian warga. Letaknya yang berada di sekitar Masjid Al Muttaqin dan tidak jauh dari SDN Rengasdengklok Utara 1 membuat bangunan tersebut mudah terlihat oleh masyarakat maupun pengendara yang melintas.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan sudah lama tidak mendapatkan perawatan. Sejumlah bagian atap terlihat rusak, sementara dinding bangunan tampak kusam dan mulai lapuk dimakan usia. Di sekelilingnya, semak dan tanaman liar tumbuh cukup lebat hingga menutupi sebagian area bangunan.
Keberadaan bangunan itu semakin mencolok karena berada di tepi jalur utama yang menghubungkan Rengasdengklok dengan Batujaya. Setiap hari, ribuan pengguna jalan dapat dengan mudah melihat bangunan yang kini tampak kosong dan tidak terurus tersebut.
Meski dilihat pada siang hari, suasana bangunan sudah memberikan kesan angker dan menyeramkan. Kondisi itu disebut semakin terasa saat malam hari ketika aktivitas di sekitar lokasi mulai berkurang dan suasana menjadi lebih sepi.
Selain menimbulkan kesan kumuh, kondisi bangunan yang dipenuhi semak belukar juga memunculkan kekhawatiran warga. Lingkungan yang tidak terawat dikhawatirkan menjadi tempat berkembang biaknya hewan liar seperti tikus, ular, maupun binatang lainnya yang berpotensi mengganggu masyarakat sekitar.
Salah seorang pengurus perkantoran di wilayah Karawang Utara yang akrab disapa Pas Al mengaku penasaran dengan keberadaan bangunan tersebut. Menurutnya, bentuk bangunan itu sekilas menyerupai kantor pemerintahan desa yang pernah dibangun dengan model serupa di sejumlah wilayah Karawang.
“Kalau dilihat dari bentuknya memang mirip bangunan kantor desa. Tapi saya belum mengetahui secara pasti bangunan itu milik siapa dan dulu digunakan untuk apa,” ujar Pas Al kepada Alexanews.id, Jumat (21/8/2026).
Ia menilai lokasi bangunan yang sangat strategis seharusnya mendapat perhatian lebih dari pihak terkait. Terlebih bangunan itu berada di kawasan yang cukup padat aktivitas masyarakat.
“Posisinya ada di pinggir jalan raya. Orang yang melintas dari Rengasdengklok ke Batujaya pasti melihat bangunan itu. Kalau memang sudah tidak digunakan, seharusnya ada kejelasan soal status dan pemanfaatannya,” katanya.
Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai kepemilikan maupun sejarah penggunaan bangunan tersebut. Kondisi itu memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, mulai dari dugaan bekas kantor desa hingga aset milik pemerintah yang sudah lama tidak difungsikan.
Warga berharap pihak yang berwenang dapat memberikan penjelasan terkait status bangunan tersebut. Jika memang merupakan aset pemerintah atau fasilitas publik yang sudah tidak digunakan, masyarakat menilai perlu ada langkah penataan agar lingkungan sekitar tetap bersih, aman, dan tidak menimbulkan kesan terbengkalai.
Di tengah perkembangan wilayah Rengasdengklok yang terus bergerak, keberadaan bangunan tua itu kini menjadi tanda tanya besar. Siapa pemiliknya, apa fungsi bangunan tersebut di masa lalu, dan mengapa hingga kini dibiarkan tak terurus masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab. (Asbel)









