KARAWANG, alexanews.id — Kasus hilangnya sepeda motor milik Ndy Putri di area basement Mall Festive Walk Galuh Mas, Kabupaten Karawang, mendapat sorotan dari CEO Alexa Group, Ferry Dharmawan alias Jambul Merah.

Ferry meminta manajemen Galuh Mas bersama pengelola parkir segera melakukan penelusuran menyeluruh terhadap rekaman CCTV untuk mengetahui rangkaian kejadian hingga kendaraan tersebut bisa keluar dari area parkir.

“Pengelola harus transparan. Jangan sampai konsumen yang sudah membayar parkir justru kehilangan kendaraan tanpa mendapatkan kejelasan,” kata Ferry, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, CCTV menjadi salah satu bagian penting dalam mengungkap kasus tersebut. Rekaman perlu diperiksa sejak kendaraan masuk, diparkir, hingga titik terakhir sebelum diketahui hilang.

“Rekaman CCTV harus ditelusuri secara menyeluruh untuk mengetahui bagaimana motor bisa keluar dari area parkir,” ujarnya.

Ferry menilai persoalan kehilangan kendaraan di area parkir tidak cukup hanya diselesaikan melalui komunikasi antara pengelola dan pemilik kendaraan.

Menurut dia, pengelola perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai kronologi kejadian, sistem keamanan parkir, hasil penelusuran CCTV, hingga langkah penyelesaian terhadap kerugian konsumen.

“Kalau ditemukan kelalaian atau pelanggaran hukum, harus ada pertanggungjawaban sesuai aturan yang berlaku. Konsumen memiliki hak mendapatkan perlindungan dan kepastian penyelesaian atas kerugian yang dialaminya,” katanya.

Dalam konteks perlindungan konsumen, Pasal 19 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mengatur tanggung jawab pelaku usaha terhadap kerugian konsumen yang ditimbulkan akibat jasa yang diberikan.

Meski demikian, penerapan ketentuan tersebut dalam kasus kehilangan kendaraan di area parkir tetap harus melihat fakta kejadian, hubungan hukum antara konsumen dengan pengelola, serta hasil pemeriksaan dan penelusuran pihak terkait.

Hingga berita ini ditulis, klarifikasi resmi dari manajemen Galuh Mas maupun pengelola parkir terkait rekaman CCTV, kronologi kehilangan, sistem pengamanan, serta langkah penyelesaian kasus tersebut masih diperlukan.

Publik kini menunggu keterbukaan pengelola untuk menjelaskan bagaimana kendaraan yang diparkir di area basement tersebut bisa hilang dan sejauh mana sistem keamanan parkir mampu mengantisipasi kejadian serupa. (Lan)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.