KARAWANG,Alexanews.id – Kondisi saluran irigasi Cabang 3 dan Cabang Gempol di Desa Kedungjeruk, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, membutuhkan penanganan segera. Saluran yang dangkal menghambat kelancaran aliran air ke persawahan dan dikhawatirkan mengganggu musim tanam petani.
Kepala Desa Kedungjeruk, H. Rakman, mendesak Dinas PUPR Kabupaten Karawang dan PUPR Provinsi Jawa Barat segera menurunkan alat berat untuk melakukan pengerukan dan normalisasi saluran irigasi tersebut.
Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pasokan air merupakan kebutuhan utama petani. Jika aliran irigasi terus terhambat, risiko gagal tanam hingga gagal panen dapat meningkat.
“Kami meminta kepada Bupati Karawang melalui Dinas PUPR untuk segera menurunkan ekskavator guna normalisasi Cabang 3 dan Cabang Gempol. Jangan sampai petani kesulitan air dan terancam gagal panen akibat saluran irigasi yang dangkal,” tegas H. Rakman, Selasa (20/10/2026).
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar menunggu persoalan semakin parah. Normalisasi saluran dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi air sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Karawang.
Desakan serupa disampaikan Ahmad Alexa, pemuda Kecamatan Cibuaya. Ia meminta pemerintah kabupaten maupun provinsi segera merespons kebutuhan petani di Desa Kedungjeruk.
“PUPR Kabupaten Karawang maupun PUPR Provinsi Jawa Barat harus segera menindaklanjuti kebutuhan normalisasi ini. Petani membutuhkan kepastian pasokan air, bukan menunggu sampai persoalan semakin serius,” ujar Ahmad Alexa.
Menurutnya, kondisi irigasi harus menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Keterlambatan penanganan berpotensi menambah beban petani yang bergantung pada pasokan air untuk mengolah sawah.
Kini, petani Desa Kedungjeruk menunggu tindakan nyata dari pemerintah. Dinas PUPR Kabupaten Karawang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan segera melakukan pengecekan lapangan serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Jangan sampai persoalan saluran irigasi yang dangkal berujung pada terganggunya produksi pertanian. Petani membutuhkan aliran air yang lancar, sementara pemerintah dituntut bergerak cepat agar ancaman terhadap musim tanam dapat diantisipasi. (Ahmad Saleh)










