KARAWANG, Alexanews.id – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, kembali menggelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) tahun 2026.
Kegiatan kedua ini diikuti 40 siswi SMA IT Insan Harapan, Desa Pasirmukti, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan dokter dari Puskesmas Telagasari dan penyuluh Satuan Pelaksana Keluarga Berencana (Satpel KB) untuk memberikan edukasi mengenai kesiapan menikah, kesehatan reproduksi, serta risiko pernikahan dini.
Kepala KUA Telagasari, Hery Fadlani, S.Sos., menegaskan bahwa usia minimal perkawinan di Indonesia adalah 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan.
Menurutnya, pernikahan pada usia terlalu muda berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari ketidaksiapan mental, kondisi ekonomi yang belum stabil, hingga risiko kesehatan bagi ibu dan anak, termasuk stunting.
“Usia di bawah 19 tahun dinilai masih memiliki tantangan dari sisi kematangan mental, reproduksi, kesehatan, dan ekonomi. Karena itu, mari jaga masa remaja dengan prestasi dan kematangan sikap,” kata Hery.
Ia menjelaskan, BRUS menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman remaja agar lebih siap secara fisik, mental, dan spiritual sebelum memasuki kehidupan pernikahan.
Melalui edukasi tersebut, para siswi diharapkan mampu memahami pentingnya mempersiapkan diri sehingga tujuan membangun keluarga yang sakinah dapat tercapai.
Sementara itu, pihak SMA IT Insan Harapan, Anwar Mu’ti, S.T., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, BRUS memberikan pengetahuan penting kepada para siswi tentang risiko pernikahan dini dan kesiapan membangun rumah tangga.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun, khususnya bagi siswa kelas XII menjelang kelulusan.
“Semoga kegiatan ini terus dilaksanakan sebagai edukasi tahunan. Dengan begitu, para siswa memiliki bekal pengetahuan dan kesiapan yang lebih matang sebelum memasuki kehidupan pernikahan,” ujarnya.
Selain mendapatkan bimbingan keagamaan dari penyuluh KUA Telagasari, para siswi juga memperoleh penjelasan mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting dari tenaga kesehatan serta penyuluh KB.
Melalui kegiatan ini, KUA Telagasari berharap para remaja lebih memahami pentingnya pendidikan, prestasi, dan kematangan diri sebelum memutuskan untuk menikah. (Red)










