PURWAKART, Alexanews.id – Mengenalkan alam dan kehidupan pedesaan kepada anak sejak usia dini menjadi salah satu cara menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Hal inilah yang dilakukan TK Pertiwi Wanayasa dengan mengajak anak didik beserta orang tua berkunjung ke Sekolah Alam Pasawahan, yang dikembangkan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bale Rumawat, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta.

Kepala TK Pertiwi Wanayasa, Rinda Hermawati, S.Pd., mengatakan kepada Alexanews.id, kunjungan tersebut sengaja dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada anak-anak melalui suasana alam terbuka.

Menurutnya, meskipun di wilayah Wanayasa juga terdapat pemandangan alam yang indah, suasana pembelajaran di PKBM Bale Rumawat memiliki daya tarik tersendiri. Anak-anak tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga diperkenalkan dengan teknik sederhana dalam mengenal, memelihara, dan memanfaatkan alam sebagai sarana belajar.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi anak-anak dan orang tua untuk menikmati perjalanan dari Wanayasa menuju Pasawahan. Rombongan berangkat sekitar pukul 07.00 WIB dan mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang telah disiapkan di lokasi.

Sebanyak 30 peserta didik dan 40 orang tua mengikuti kegiatan tersebut, sehingga total peserta mencapai 70 orang.

Selama kunjungan, anak-anak diperkenalkan dengan suasana pedesaan, hamparan sawah, kolam ikan, serta area pembenihan yang menjadi bagian dari pembelajaran di Sekolah Alam PKBM Bale Rumawat.

Pembimbing anak-anak, Imas Siti Sa’adah, mendampingi peserta didik mengenal lingkungan persawahan dan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan alam. Anak-anak juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung kegiatan menanam padi di sawah.

Pengalaman tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar sambil bermain. Mereka dapat mengenal lingkungan persawahan, merasakan aktivitas menanam padi, serta menikmati wahana rakit-rakitan di kolam.

Salah seorang peserta didik TK Pertiwi Wanayasa, Arka, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia dapat mencoba menaiki rakit, menanam padi di area persawahan yang berlumpur, hingga bermain air di kolam yang tersedia.

Kegembiraan serupa dirasakan para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka selama kegiatan berlangsung.

Yayan, salah seorang perwakilan orang tua siswa yang anaknya bernama Fais, mengaku tidak menyangka anak-anak dapat memperoleh pengalaman bermain sekaligus belajar dengan suasana yang berbeda dari kegiatan sekolah pada umumnya.

Menurutnya, anak-anak tidak hanya diajak bermain rakit-rakitan di kolam, tetapi juga berkesempatan memberi makan ikan lele dan berinteraksi langsung dengan lingkungan alam.

Ia berharap, ke depannya, berbagai wahana edukasi di Sekolah Alam PKBM Bale Rumawat dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak anak yang memperoleh pengalaman belajar di alam terbuka.

Sementara itu, Ketua PKBM Bale Rumawat, Rudi Iskandar, menyampaikan rasa bahagia atas kunjungan rombongan TK Pertiwi Wanayasa. Menurutnya, kehadiran lembaga pendidikan anak usia dini dari berbagai wilayah Purwakarta menjadi bentuk apresiasi terhadap pengembangan sekolah alam yang sedang dirintisnya.

Rudi menjelaskan, pembangunan fasilitas sekolah alam tersebut saat ini baru mencapai sekitar 50 persen. Meski demikian, sejumlah potensi alam yang tersedia, seperti hamparan sawah hijau, kolam ikan, dan area pembinaan, sudah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pengenalan lingkungan dan pembelajaran di luar kelas.

Ia menuturkan, fasilitas yang tersedia saat ini masih dalam tahap pengembangan. Karena itu, kunjungan sekolah-sekolah, termasuk kegiatan studi banding, menjadi kesempatan untuk memperkenalkan konsep pembelajaran berbasis alam yang tengah dikembangkan PKBM Bale Rumawat.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan semakin mengenal lingkungan sejak dini, belajar menghargai alam, serta memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan yang menyenangkan dan edukatif.

Kunjungan TK Pertiwi Wanayasa ini sekaligus menunjukkan bahwa alam dapat menjadi ruang belajar yang kaya pengalaman, tempat anak-anak tidak hanya melihat dan mendengar, tetapi juga mencoba, merasakan, dan mengenal kehidupan secara langsung.***

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.