SERGAI ,Alexanews.id – Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Syamsudin, menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan panitia pelaksana Turnamen Marcopolo Cup 2026 yang digelar di Mako Brimob Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Syamsudin menilai perubahan keputusan panitia terkait pertandingan yang melibatkan tim PBVSI Serdang Bedagai menimbulkan persoalan dan dinilai merugikan pihaknya.

“Kami sangat kecewa dengan keputusan Ketua Panitia Pelaksana Edy Usmawan yang juga Sekretaris PBVSI Sumut dalam penyelenggaraan Marcopolo Cup 2026. Keputusan yang berubah-ubah ini sangat merugikan tim PBVSI Serdang Bedagai,” ujar Syamsudin di Firdaus. Selasa (27/10/2026) .

Menurut Syamsudin, sebelumnya panitia telah memutuskan mendiskualifikasi salah satu tim setelah ditemukan dugaan pelanggaran administrasi terkait pemain. Keputusan tersebut disampaikan setelah pertandingan dan pihak PBVSI Sergai, kata dia, menerima keputusan tersebut sebagai kewenangan panitia.

Namun, persoalan muncul ketika pada keesokan harinya panitia justru memutuskan pertandingan tersebut untuk diulang.

“Kami mempertanyakan dasar perubahan keputusan tersebut. Kalau memang terjadi pelanggaran administrasi, seharusnya keputusan mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan sejak awal turnamen,” tegasnya.

Syamsudin menjelaskan, sebelum pertandingan pihaknya juga telah menyampaikan keberatan kepada panitia terkait persoalan tersebut. Namun, saat itu tim diminta tetap melanjutkan pertandingan dan menyampaikan keberatan setelah laga selesai.

Setelah pertandingan, lanjutnya, keberatan tersebut kemudian disampaikan dan panitia menjatuhkan keputusan diskualifikasi.

Karena itu, perubahan keputusan menjadi pertandingan ulang dinilai menimbulkan tanda tanya besar bagi PBVSI Sergai.

“Kami bukan menolak bertanding. Yang kami pertanyakan adalah konsistensi dan profesionalitas panitia dalam menerapkan aturan yang sudah ditetapkan. Jangan sampai aturan berubah setelah pertandingan selesai,” katanya.

Syamsudin berharap panitia dapat meninjau kembali keputusan tersebut dan mengembalikannya sesuai regulasi turnamen sehingga tidak menimbulkan kerugian maupun polemik berkepanjangan.

Ia juga menyatakan, apabila keputusan tersebut tidak dikembalikan sesuai aturan yang berlaku dalam turnamen, pihaknya mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum sebagai bentuk keberatan.

“Kami menghormati panitia dan penyelenggaraan turnamen. Tetapi kami juga memiliki hak untuk mempertanyakan keputusan yang kami nilai merugikan tim PBVSI Sergai,” pungkasnya. (Sutrisno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.