SERGAI, AlexaNews.ID – Jalan provinsi sepanjang kurang lebih 1.500 meter di Dusun I Belidaan, Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, kini tampil mulus dan nyaman dilalui. Jalan yang sebelumnya rusak parah itu rampung dibangun sejak awal Januari 2026 dan langsung dimanfaatkan masyarakat.
Sebelum diperbaiki, kondisi jalan dipenuhi lubang, berdebu saat musim kemarau, serta licin dan berlumpur ketika hujan. Kini, wajah Belidaan berubah. Akses transportasi menjadi lancar dan turut menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
Pantauan di lokasi, perubahan tersebut disambut antusias masyarakat setempat maupun pengguna jalan dari luar daerah. Kendaraan kini melintas tanpa hambatan, sementara warga lebih mudah beraktivitas.
Sejumlah ibu rumah tangga yang ditemui di sekitar jalan mengaku bersyukur atas rampungnya pembangunan tersebut.
“Kami sangat senang. Sekarang jalannya sudah bagus dan nyaman. Terima kasih kepada Pak Gubernur Bobby Nasution, DPRD Sumut dari dapil sini, dan khususnya Pak Bupati Sergai H. Darma Wijaya bersama Wakil Bupati Pak Adlin yang memperjuangkan pembangunan jalan ini,” ujar salah seorang warga, Rabu (21/1/2026).
Apresiasi juga datang dari tokoh pemuda Desa Cempedak Lobang, H. Rudi Batu Bara, S.Pd, yang juga Ketua BPD. Ia menyebut perbaikan jalan ini sebagai jawaban atas keluhan warga selama bertahun-tahun.
“Dulu jalan hancur, sekarang sudah mulus, rapi, dan berkualitas. Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas PUPR UPTD Tebing Tinggi yang serius mengawasi pekerjaan agar hasilnya tahan lama,” ungkap Rudi.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumut Bobby Nasution, DPRD Sumut, serta Bupati Sergai H. Darma Wijaya yang dikenal warga sebagai penggerak pembangunan daerah.
“Terima kasih sebesar-besarnya. Semoga semua kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” ucapnya.
Rudi menjelaskan, sebelum diperbaiki warga membutuhkan waktu sekitar 12–15 menit hanya untuk keluar dari Simpang Belidaan akibat kondisi jalan rusak. Kini waktu tempuh jauh lebih singkat.
“Sekarang hanya sekitar 2–4 menit dari Simpang Belidaan dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam,” jelasnya. [Sutrisno]










