CIREBON, AlexaNews.ID – Sebuah rumah tinggal milik warga bernama Osi di Blok Plasa, Desa Purwawinangun, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, hangus terbakar pada Selasa sore, 2 Februari 2026. Peristiwa kebakaran ini terjadi di tengah guyuran hujan yang sempat mengguyur wilayah tersebut.
Meski kondisi cuaca basah, api dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh bangunan beserta isinya. Warga sekitar sempat panik karena kobaran api terlihat jelas dari kejauhan dan dikhawatirkan merembet ke rumah lain yang berada di kawasan permukiman padat.
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran, Penyelamatan, dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, menjelaskan bahwa kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 17.17 WIB.
Menurut hasil pemeriksaan awal, sumber api diduga berasal dari tungku pembakaran konvensional yang berada di area dapur sisi utara rumah. Tungku tersebut diduga lupa dimatikan oleh pemilik rumah, sehingga percikan api menyambar tumpukan kayu bakar di sekitarnya.
“Api dengan cepat membesar karena menyambar material yang mudah terbakar. Dari dapur, api kemudian menjalar ke bagian rumah lainnya,” ujar Eno Sujana.
Laporan kebakaran diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon melalui Sektor Gunung Jati pada pukul 17.20 WIB. Informasi awal disampaikan oleh seorang warga bernama Durmajo yang melihat api sudah membumbung tinggi.
“Mengingat kobaran api terlihat sangat besar dari kejauhan, petugas langsung bergerak ke lokasi dan meminta bantuan tambahan armada dari Pos Damkar Sektor Weru,” jelasnya.
Sebanyak dua unit armada pancar dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 18.27 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman serta lokalisasi api agar tidak merembet ke rumah warga lainnya.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 19.50 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 20.10 WIB.
Petugas sempat mengalami kendala saat menuju titik kebakaran. Akses jalan yang sempit serta banyaknya warga yang berkerumun untuk menyaksikan kejadian menghambat pergerakan armada dan personel pemadam kebakaran.
“Kami kesulitan menjangkau lokasi karena kondisi jalan dan padatnya warga. Namun, api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain,” ungkap Eno.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 500 meter persegi area bangunan terbakar dari total luas rumah sekitar 600 meter persegi. Hampir seluruh perabot rumah tangga tidak dapat diselamatkan.
Sejumlah barang berharga seperti lemari, kasur, kursi kayu, televisi, kulkas, dan perabotan lainnya ludes dilalap api. Hingga saat ini, total kerugian materiil masih dalam proses penghitungan oleh pihak terkait.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa kebakaran tersebut. Pemilik rumah dan warga sekitar berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, di antaranya Regu 2 Damkar Sektor Gunung Jati dan Sektor Weru, Kapolsek Kapetakan, Danramil Suranenggala, Pemerintah Desa Purwawinangun, petugas PLN, serta warga setempat.
Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon kembali mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari api terbuka.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk memastikan tungku, kompor, atau sumber api lainnya benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah atau saat akan beristirahat,” pungkas Eno Sujana. (Kirno)










