CIREBON, AlexaNews.ID – Peristiwa kecelakaan maut kembali terjadi di jalur perlintasan kereta api wilayah Kabupaten Cirebon. Seorang laki-laki tanpa identitas dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Bima relasi Gambir–Surabaya. Insiden tragis ini terjadi di KM 239+1 hulu, tepatnya di wilayah Desa Karangtengah, Kecamatan Karangsembung, pada Selasa malam, 3 Februari 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 20.01 WIB. Kereta Api Bima bernomor KA 8 diketahui sedang melaju dari arah barat menuju timur ketika insiden terjadi. Saat itu, kondisi di sekitar jalur rel terbilang sepi dengan pencahayaan terbatas.

Kapolsek Karangsembung AKP Agus Hermanto membenarkan adanya peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pria tersebut. Menurut keterangan awal, korban diduga sedang berjalan kaki di sekitar jalur rel kereta api pada petak jalan Sindanglaut–Ciledug.

Diduga korban kurang waspada dan tidak menyadari datangnya kereta api dari arah belakang. Akibatnya, korban tidak sempat menghindar ketika KA Bima melintas dengan kecepatan tinggi. Benturan keras tidak dapat dihindari hingga tubuh korban terpental sejauh kurang lebih 10 meter dari titik awal kejadian.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan insiden itu ke pihak kepolisian setempat. Anggota Polsek Karangsembung yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara.

Saat petugas tiba di lokasi, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka parah akibat benturan keras dengan kereta api. Kondisi fisik korban sangat mengenaskan, terutama pada bagian kepala yang mengalami luka berat dengan kulit kepala bagian belakang terkelupas. Selain itu, korban juga mengalami patah tulang pada bagian tangan dan kaki.

Korban diketahui mengenakan kaos berwarna hitam dan celana pendek berwarna hitam. Namun demikian, petugas tidak menemukan kartu identitas atau dokumen apapun baik di tubuh korban maupun di sekitar lokasi kejadian. Karena itu, korban sementara ini dicatat sebagai Mr. X atau orang tanpa identitas.

Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari dua orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kedua saksi tersebut merupakan perangkat desa setempat, yakni Nana Rana (58) dan Riyan Royana (25). Dari keterangan para saksi, tidak ada warga yang mengenali korban maupun mengetahui asal-usulnya.

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih menjadi misteri. Warga sekitar Desa Karangtengah mengaku tidak mengenal korban sebagai penduduk setempat. Dugaan sementara, korban bukan merupakan warga lokal dan kemungkinan hanya melintas di wilayah tersebut sebelum kejadian nahas terjadi.

Setelah proses olah tempat kejadian perkara selesai dilakukan, jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Waled, Kabupaten Cirebon, untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sekaligus menunggu proses identifikasi apabila ada pihak keluarga yang datang mencari.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api. Jalur tersebut bukan area umum untuk pejalan kaki dan sangat berbahaya, terutama pada malam hari dengan keterbatasan jarak pandang dan kecepatan kereta yang tinggi. (Kirno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.