PURWAKARTA, AlexaNews.ID – Perum Jasa Tirta II (PJT II) dinilai tidak maksimal dalam mengelola kawasan wisata perairan Danau Jatiluhur. Kondisi danau yang kini dipenuhi eceng gondok serta mahalnya tarif masuk disebut berdampak langsung pada menurunnya kunjungan wisata dan pendapatan warga sekitar.

Saat ini, pengunjung yang masuk ke kawasan Jatiluhur harus membayar tiket sebesar Rp25.000 per orang, belum termasuk biaya kendaraan roda dua maupun roda empat. Kebijakan tersebut dikeluhkan para pelaku usaha wisata air, terutama pemilik perahu wisata yang menggantungkan hidup dari kunjungan wisatawan.

Sunarto, pemilik perahu asal Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, mengatakan kondisi tersebut membuat usahanya semakin sepi. Menurutnya, selain tarif masuk yang mahal, keberadaan eceng gondok yang menutupi area perairan merusak keindahan Danau Jatiluhur.

“Sekarang ini danau dipenuhi eceng gondok. Pemandangan jadi tidak enak dilihat, terkesan kumuh. Wisatawan jadi malas datang,” ujar Sunarto, Selasa (…).

Ia menambahkan, situasi semakin diperparah dengan kondisi cuaca yang memasuki musim hujan. Ombak dan angin kencang membuat wisatawan enggan beraktivitas di danau, sehingga penghasilan para pemilik perahu turun drastis.

Keluhan serupa juga disampaikan Bambang, pemilik perahu lainnya. Ia menilai eceng gondok yang menumpuk di pinggiran danau membuat air terlihat kotor dan tidak sedap dipandang.

“Yang sering kami lakukan justru membersihkan sendiri eceng gondok. Pihak PJT hampir tidak pernah turun langsung membersihkan,” tegas Bambang.

Ia mengaku heran dengan sikap PJT II yang dinilai abai terhadap permasalahan tersebut. Padahal, menurutnya, di Waduk Cirata tersedia anggaran besar untuk penanganan eceng gondok.

“Kalau di Cirata bisa dibersihkan karena ada anggaran, kenapa di Jatiluhur tidak? Jangan-jangan anggarannya ada, tapi fiktif,” tandasnya.

Para pelaku usaha berharap PJT II segera mengambil langkah nyata untuk membersihkan eceng gondok dan mengevaluasi kebijakan tarif masuk, agar Danau Jatiluhur kembali menarik minat wisatawan dan menghidupkan ekonomi warga sekitar. (Dangs/Asy)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.