KARAWANG, AlexaNews.ID – Upaya penanggulangan banjir di Kecamatan Rengasdengklok terus digenjot melalui kolaborasi lintas sektor. Unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (MUSPIKA) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Perum Jasa Tirta (PJT), serta Satpol PP turun langsung mengamankan dan menertibkan lokasi pengerukan saluran air yang selama ini dinilai menjadi pemicu banjir.

Langkah ini menyasar sejumlah desa yang kerap terdampak genangan saat hujan deras, di antaranya Desa Kampung Sawah, Desa Medangasem, Desa Dewi Sari, dan Desa Kertasari. Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, saluran air atau apur di wilayah tersebut mengalami pendangkalan dan penyumbatan cukup parah sehingga aliran air tidak berjalan optimal.

Selain melakukan pengerukan sedimen lumpur, petugas gabungan juga menertibkan berbagai bangunan yang berdiri di atas saluran air. Sejumlah jembatan kecil dan warung yang menempati bahu jalan dibongkar karena dinilai menghambat aliran air serta melanggar fungsi drainase dan ketentuan tata ruang.

Kepala UPTD Wilayah IV, Samsul, mengatakan bahwa pengerjaan normalisasi di empat desa tersebut kini hampir selesai.
“Dari empat desa yang kami tangani, progres pengerjaan sudah mendekati tahap akhir. Hanya tersisa beberapa meter yang masih dalam proses penyelesaian,” ujarnya saat ditemui awak media, Kamis (5/2/2026).

Menurut Samsul, langkah pengerukan dan perbaikan saluran ini dilakukan setelah ditemukan penyempitan dan pendangkalan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tersendat dan berpotensi menimbulkan banjir ketika intensitas hujan meningkat.

“Kami fokus melakukan normalisasi pada titik-titik yang diduga kuat menjadi penyebab banjir. Harapannya, setelah saluran kembali normal, air dapat mengalir lancar dan risiko banjir bisa ditekan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan serupa tidak berhenti di empat desa tersebut. Penanganan akan dilanjutkan ke wilayah Rengasdengklok Utara sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat.

“Untuk wilayah Rengasdengklok Utara, pengerjaan akan kami lanjutkan. Kami berharap masyarakat dapat mendukung dan bekerja sama agar proses normalisasi berjalan tanpa hambatan,” tambahnya.

MUSPIKA bersama seluruh instansi terkait menaruh harapan besar terhadap dampak positif dari kegiatan ini. Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan warga, normalisasi saluran air diyakini mampu mengurangi potensi banjir, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan lingkungan permukiman masyarakat Rengasdengklok. (Asbel)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.