CIREBON, AlexaNews.ID – Masjid Merah Panjunan menjadi salah satu bangunan bersejarah yang hingga kini tetap berdiri kokoh di Kota Cirebon. Warna bata merah yang mendominasi hampir seluruh bagian bangunan menjadikannya mudah dikenali sekaligus memiliki karakter kuat dibanding masjid lain di wilayah tersebut.

Didirikan pada tahun 1480, masjid ini termasuk salah satu yang tertua di Cirebon. Keberadaannya tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi penanda penting perjalanan penyebaran Islam di wilayah pesisir utara Jawa pada abad ke-15.

Masjid Merah Panjunan memiliki kaitan erat dengan dakwah Sunan Gunung Jati. Pada masa itu, penyebaran Islam dilakukan melalui pendekatan budaya yang damai dan membaur dengan masyarakat setempat. Masjid ini dibangun oleh Pangeran Panjunan atau Syekh Syarif Abdurrahman bersama Sunan Gunung Jati, sehingga menjadi bagian dari sejarah awal berkembangnya Islam di Cirebon.

Tokoh masyarakat setempat, Isnain Kusharyanto, menyebut Masjid Merah Panjunan sebagai salah satu masjid paling awal di Kota Cirebon. Menurutnya, bangunan tersebut berdiri sejak abad ke-15 dan masih mempertahankan bentuk aslinya hingga sekarang.

“Masjid Merah Panjunan ini termasuk yang tertua di Kota Cirebon. Dibangun sekitar tahun 1480 oleh Pangeran Panjunan bersama Sunan Gunung Jati,” ujar Isnain, Minggu (22/2/2026).

Keunikan masjid ini terlihat dari arsitekturnya yang menggunakan susunan bata merah sebagai struktur utama. Ciri khas tersebut memberikan identitas visual yang kuat sekaligus mencerminkan gaya bangunan pada masa itu.

Selain unsur arsitektur Jawa, terlihat pula sentuhan budaya Tiongkok pada bagian dinding masjid. Beberapa piring keramik Tiongkok tertanam sebagai ornamen, menandakan adanya hubungan harmonis antarbudaya pada masa lalu. Perpaduan tersebut menjadi bukti bahwa proses dakwah Islam di Cirebon berlangsung dengan pendekatan yang terbuka dan toleran.

Hingga kini, Masjid Merah Panjunan masih aktif digunakan untuk kegiatan ibadah masyarakat sekitar. Tidak sedikit pula wisatawan religi dan peneliti sejarah yang datang untuk melihat langsung peninggalan abad ke-15 tersebut.

Keberadaan Masjid Merah Panjunan memperkuat identitas Cirebon sebagai Kota Wali. Bangunan ini menjadi pengingat bahwa nilai toleransi, budaya, dan sejarah memiliki peran besar dalam perjalanan penyebaran agama di Nusantara. (Kirno)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.