KARAWANG, alexanews.id — Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Emay Ahmad Maehi di wilayah Rengasdengklok, Senin (23/3/2026). Sejak pagi hari, rumah duka dipadati pelayat dari berbagai kalangan yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Sejumlah pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar tampak silih berganti hadir menyampaikan belasungkawa. Kehadiran para pelayat menunjukkan besarnya pengaruh dan ketokohan almarhum di tengah masyarakat.

Jajaran Muspika Kecamatan Rengasdengklok turut hadir secara langsung ke rumah duka sebagai bentuk penghormatan. Selain itu, pejabat dari Pemerintah Kabupaten Karawang, aparatur kecamatan, perangkat desa, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat juga terlihat datang melayat.

Menariknya, ucapan duka tidak hanya datang dari umat Islam, tetapi juga dari berbagai pemeluk agama lain. Kehadiran lintas agama ini mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan persaudaraan yang terjalin di wilayah Rengasdengklok.

Camat Rengasdengklok, Panji Santoso, tampak menyambut para pelayat di depan rumah duka. Ia menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum serta mengajak masyarakat untuk turut mendoakan.

“Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok religius, sederhana, dan aktif dalam kegiatan sosial keagamaan. Ia juga dikenal sebagai panutan yang berkontribusi besar dalam pembinaan umat di lingkungan masyarakat.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat luas yang mengenal sosoknya. Doa dan harapan pun terus mengalir agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. (Asbel)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.