KARAWANG, alexanews.id – Kondisi saluran irigasi di wilayah Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, kembali menjadi perhatian masyarakat. Tumpukan eceng gondok yang menutupi hampir seluruh permukaan saluran air serta bercampur dengan sampah dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu fungsi irigasi dan kenyamanan lingkungan sekitar.

Keberadaan tanaman air yang terus menumpuk tersebut diduga sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan maksimal. Akibatnya, aliran air di saluran irigasi terlihat semakin terhambat dan memunculkan aroma tidak sedap yang mengganggu pengguna jalan maupun warga yang melintas setiap hari.

Warga menilai kondisi tersebut seharusnya segera mendapat perhatian dari pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan saluran irigasi. Pasalnya, lokasi saluran berada di jalur strategis yang menjadi penghubung antarwilayah di Karawang Utara.

Selain berfungsi sebagai akses mobilitas masyarakat, kawasan tersebut juga menjadi jalur penting bagi aktivitas pertanian dan perekonomian warga. Karena itu, keberadaan eceng gondok yang terus menumpuk dinilai dapat menimbulkan dampak yang lebih luas apabila tidak segera ditangani.

Berdasarkan pantauan masyarakat, hingga saat ini belum terlihat adanya pembersihan secara menyeluruh. Kondisi itu membuat eceng gondok terus berkembang dan menutupi sebagian besar badan saluran.

Upaya konfirmasi kepada pihak Perum Jasa Tirta (PJT) II wilayah Rengasdengklok juga telah dilakukan. Namun, salah satu petugas yang akrab disapa Bang Golun belum memberikan tanggapan. Beberapa kali panggilan telepon yang dilakukan untuk meminta klarifikasi disebut belum mendapatkan respons.

Menanggapi persoalan tersebut, anggota Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB), Apih Lepo Pamungkas, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi saluran irigasi yang dinilai semakin memprihatinkan.

Menurut Apih, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi mengganggu kebutuhan masyarakat, terutama para petani yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi air irigasi.

“Kami akan mendesak PJT II yang bertugas di wilayah Rengasdengklok agar segera turun ke lapangan untuk membersihkan eceng gondok dan sampah yang menumpuk di saluran irigasi. Jangan sampai persoalan ini terus dibiarkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, apabila tumpukan eceng gondok semakin banyak dan menutup jalur aliran air, distribusi air menuju area persawahan berpotensi terganggu. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kebutuhan irigasi petani, khususnya pada musim tanam.

Selain itu, hambatan aliran air juga dikhawatirkan memengaruhi saluran yang mengarah ke kawasan pesisir. Jika tidak segera dibersihkan, kondisi tersebut berisiko menimbulkan genangan serta menurunkan fungsi utama saluran irigasi sebagai penunjang sektor pertanian.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama PJT II segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Pembersihan saluran secara menyeluruh dinilai perlu dilakukan, termasuk dengan mengerahkan alat berat apabila diperlukan.

Warga juga meminta agar pemeliharaan saluran irigasi dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Dengan demikian, fungsi saluran dapat tetap optimal dalam mendukung kebutuhan pertanian sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat Karawang Utara. (Asbel)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.