KARAWANG, alexanews.id – Abah Reman, warga berusia 70 tahun di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Karawang, mengadu setelah sejumlah pohon pisang yang ditanam dan dirawatnya di sisi irigasi Dusun Wagir ditebang.

Abah Reman kemudian mendatangi Rumah Aspirasi Teh Alya di Kompleks CKM dengan mengayuh sepeda bertemu langsung Ferry Dharmawan. Ia ingin menyampaikan persoalan tersebut sekaligus mencari solusi agar bisa kembali menanam pisang.

Pohon pisang itu selama ini menjadi salah satu usaha Abah Reman untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Ketika buahnya matang, pisang tersebut biasa dijual.

“Kalau sudah matang lumayan, bisa dijual Rp20 ribu sampai Rp25 ribu,” kata Abah Reman.

Namun, tanaman yang telah dirawatnya tersebut ditemukan telah ditebang ketika berlangsung kegiatan kerja bakti.

Abah Reman mengaku sedih dan kecewa karena tanaman tersebut diharapkan bisa menghasilkan uang ketika panen.

Ia kemudian menyampaikan keluhannya kepada Ferry Darmawan, CEO Alexa Group yang juga suami bakal calon Kepala Desa Bengle, Majalaya, Nurnida Alya (Teh Alya).

Ferry kemudian mengajak Abah Reman melihat langsung lokasi tanaman pisang di sisi irigasi Dusun Wagir.

Setibanya di lokasi, keduanya melihat sejumlah pohon pisang yang telah ditebang. Abah Reman menunjukkan tanaman yang masih tersisa.

“Kalau tidak keburu, mungkin ditebang semua,” ujar Abah Reman.

Ferry kemudian memberikan dukungan kepada Abah Reman.

“Jangan sedih, sekarang ada H. Udin,” katanya.

Selain memberikan bantuan uang untuk kebutuhan makan, Ferry juga memberikan bantuan tambahan agar Abah Reman bisa membeli bibit pisang dan kembali menanam.

Bantuan tersebut membuat Abah Reman memiliki kesempatan untuk melanjutkan usahanya.

Pohon-pohon pisang yang sebelumnya ditebang memang tidak dapat dikembalikan. Namun, Abah Reman kini dapat kembali membeli bibit dan menanam dari awal.

Bagi Abah Reman, menanam pisang merupakan salah satu cara untuk tetap berusaha memenuhi kebutuhan hidup meski usianya sudah 70 tahun.

Ia berharap tanaman yang kembali ditanam nantinya dapat tumbuh dan menghasilkan buah untuk dijual.

Kisah tersebut bermula dari sejumlah pohon pisang yang ditebang, tetapi berakhir dengan adanya bantuan yang membuat Abah Reman kembali memiliki kesempatan untuk berusaha. (Lalan)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.