BEKASI, AlexaNews.ID – Sorotan terhadap dugaan korupsi tunjangan perumahan (Tuper) anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2022–2024 kian meluas. Di tengah proses pengusutan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, kondisi aset negara berupa rumah dinas pimpinan DPRD justru memantik keprihatinan publik.
Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan, tiga unit rumah jabatan pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi yang berada di kawasan Tambun Selatan dalam keadaan tidak dihuni. Bangunan tersebut terlihat kusam, sepi, dan jauh dari kesan terawat, meski anggaran tunjangan perumahan terus dikucurkan setiap tahun.
Pantauan langsung memperlihatkan kondisi fisik rumah dinas yang memprihatinkan. Beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan cukup serius, mulai dari atap yang berlubang hingga jendela yang rusak. Meski terdapat jejak pengecatan baru di bagian luar, kerusakan struktur tampak dibiarkan tanpa perbaikan menyeluruh.
Seorang warga sekitar yang ditemui di lokasi mengungkapkan bahwa rumah dinas tersebut telah lama kosong. Menurutnya, sudah bertahun-tahun tidak ada aktivitas penghuni di dalam rumah jabatan tersebut.
“Sudah lama kosong, tidak ada yang tinggal. Dari dulu kondisinya begitu saja, rusak di beberapa bagian. Cuma luarnya saja yang kelihatan dicat,” ujarnya singkat.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar terkait efektivitas pengelolaan aset daerah. Di satu sisi, pemerintah menyediakan fasilitas rumah jabatan sebagai bagian dari sarana negara, namun di sisi lain, anggaran daerah tetap terserap untuk pembayaran tunjangan perumahan karena rumah dinas tidak dimanfaatkan.
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan potensi pemborosan keuangan daerah. Apalagi, isu ini mencuat bersamaan dengan penyelidikan Kejati Jawa Barat terkait dugaan ketidakwajaran besaran tunjangan perumahan DPRD Kabupaten Bekasi yang disinyalir merugikan keuangan negara.
Hingga laporan ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari Sekretariat DPRD Kabupaten Bekasi mengenai alasan rumah dinas dibiarkan kosong dan rusak, serta langkah konkret yang akan diambil untuk menyelamatkan aset negara tersebut. [Wnd]










