Karawang, AlexaNewsID – Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat pertama dalam capaian realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Keberhasilan tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah desa dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak.
Capaian ini mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Desa Bengle. Kepala Desa Bengle, Hj. Lia Amilia, melalui Sekretaris Desa Adi Nugraha, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat aktif dalam proses pemungutan dan pembayaran PBB.
Menurut Adi Nugraha, keberhasilan Desa Bengle tidak terlepas dari peran strategis para Ketua RT, RW, Kepala Dusun, serta Bendahara PBB desa yang secara intensif melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada warga terkait pentingnya membayar PBB tepat waktu.
“Sinergi di tingkat bawah sangat menentukan. Para perangkat desa dan unsur kewilayahan terus mengedukasi warga, sehingga kesadaran membayar PBB semakin meningkat dan hasilnya bisa kita rasakan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah wajib pajak di Desa Bengle tergolong besar, sehingga capaian tersebut menjadi indikator positif meningkatnya kepatuhan masyarakat. Meski demikian, pemerintah desa menilai pencapaian ini belum menjadi titik akhir dan masih harus ditingkatkan, terutama menjelang tahun pajak 2026.

“Sebagian besar warga sudah patuh, namun kami akan terus mendorong peningkatan agar potensi PBB dapat tergarap secara maksimal,” jelasnya.
Adi Nugraha juga menegaskan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan desa. Dana yang terkumpul dari pajak akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, program pemberdayaan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Pajak yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya akan kembali untuk kepentingan bersama. Inilah yang terus kami sampaikan agar warga memahami manfaat langsung dari kepatuhan pajak,” katanya.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Desa Bengle mengajak seluruh warga untuk terus menjaga komitmen dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Kepatuhan kolektif dinilai menjadi kunci agar pembangunan desa dapat berjalan berkelanjutan dan merata.
Ke depan, Pemdes Bengle berharap prestasi sebagai desa dengan realisasi PBB terbaik tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga menjadi motivasi untuk meningkatkan kesadaran pajak di seluruh lapisan masyarakat.
“Kami optimistis, dengan kesadaran bersama, Desa Bengle bisa terus menjadi contoh desa yang taat pajak demi kesejahteraan warga,” pungkasnya. (Yopie Iskandar)










